⌂ Beranda News Penyebab Pasangan Sering Bertengkar Menurut Pakar, dari Emosi hingga Domestik

Penyebab Pasangan Sering Bertengkar Menurut Pakar, dari Emosi hingga Domestik

Penyebab Pasangan Sering Bertengkar Menurut Pakar, dari Emosi hingga Domestik
Ilustrasi pasangan suami istri sedang bertengkar
A A Ukuran Teks16px

Perselisihan dalam rumah tangga adalah hal yang wajar. Perbedaan karakter dan pengalaman hidup sering memicu konflik, bahkan pada hubungan yang sehat sekalipun.

Menurut Psychology Today, ada beberapa pemicu konflik emosional yang tersembunyi. Rasa aman yang minim dalam hubungan menjadi faktor pertama.

>>> Perbanas Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,5 Persen

Saat seseorang merasa tidak didengar atau diabaikan, kekecewaan menumpuk dan meledak dalam bentuk pertengkaran berulang. Perasaan tidak diterima apa adanya juga menjadi pemicu.

Tuntutan dan kritik bertubi-tubi dari pasangan menciptakan perasaan tidak dihargai. Pudarnya kehangatan dan apresiasi membuat salah satu pihak merasa tidak lagi bernilai.

Hal ini diperparah jika salah satu pihak terlalu mengontrol atau membatasi kebebasan pasangan. Perasaan tidak mampu memenuhi ekspektasi keluarga juga memicu masalah baru.

Kondisi tersebut membuat seseorang cenderung menarik diri dan menghindar saat harus menyelesaikan masalah. Selain emosional, ada hambatan praktis yang sering memicu perdebatan.

>>> Ditjen Pajak Soroti Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG

Data dari The Guardian menyebut urusan ranjang atau perbedaan kebutuhan seksual sebagai pemicu konflik sensitif. Masalah domestik seperti standar kebersihan dan kerapian rumah yang berbeda juga memicu gesekan.

Ketidaksepahaman ini bisa membesar jika kedua pihak enggan berkompromi. Perbedaan ingatan mengenai suatu peristiwa juga sering memperpanjang perdebatan.

Masing-masing pihak merasa versinya paling akurat. Hal serupa terjadi pada kebiasaan saling mengoreksi aktivitas sepele, seperti cara memasak.

Sikap egois berupa mencari kambing hitam dan saling menyalahkan saat masalah muncul turut memperkeruh suasana. Fokus pasangan sering beralih untuk membuktikan siapa yang salah, bukan mencari jalan keluar.

Bagi yang memiliki anak, perbedaan metode pengasuhan menjadi isu sensitif. Konflik sepele lain meliputi selera dekorasi rumah, pengelolaan keuangan, hingga campur tangan keluarga besar.

>>> Saham PANI Berbalik Melompat 6,23 Persen pada Sesi I

Bahkan agenda liburan bersama bisa memicu pertengkaran. Ekspektasi terlalu tinggi sering berujung kekecewaan saat rencana tidak berjalan lancar.

Langkah Mengatasi Perselisihan

Untuk meredam pertengkaran, komunikasi dua arah harus segera dibuka kembali. Langkah awal adalah menanyakan secara langsung kebutuhan pasangan yang belum terpenuhi.

Memberikan pengakuan serta menghargai eksistensi pasangan dalam kehidupan sehari-hari sangat krusial. Upayakan menerima kekurangan pasangan sebagai fondasi hubungan yang sehat.

Saat pasangan menyampaikan keluhan, tanggapi dengan empati tanpa bersikap defensif. Tunjukkan apresiasi yang konsisten atas hal-hal kecil yang telah dilakukan pasangan.

>>> Samsung Galaxy S26 Series Hadirkan Lima Teknologi Gaming Terbaru

Berikan ruang bagi pasangan untuk tetap berkembang secara mandiri. Langkah terakhir adalah membangun kerja sama untuk saling mendukung dalam menghadapi setiap masalah bersama.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru