Saham emiten properti milik Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, bergerak menguat pada perdagangan sesi I.
Komoditas saham ini berbalik melompat sebesar 6,23 persen ke level Rp 6.825 per lembar pada akhir sesi I hari Kamis (18/6/2026).
>>> IHSG Ambles Jeda Sesi I Akibat Tekanan Saham Perbankan Besar
Aktivitas perdagangan saham Pantai Indah Kapuk Dua tercatat mencapai volume 3,84 juta saham.
Transaksi tersebut berlangsung dengan frekuensi sebanyak 2.350 kali dan membukukan nilai total Rp 25,66 miliar.
Investor asing terpantau gencar memburu saham emiten berkode PANI ini.
Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, saham PIK2 mencatatkan aksi beli bersih atau net buy oleh asing sebanyak 1,63 juta saham secara volume pada sesi I, dengan perkiraan nilai mencapai Rp 10,89 miliar.
Pergerakan ini membalikkan situasi dari hari sebelumnya, Rabu (17/6/2026), ketika saham PIK2 tetiba anjlok sebesar 6,55 persen.
Meskipun mengalami penurunan pada hari tersebut, investor asing tetap membukukan aksi net buy senilai Rp 1,32 miliar.
Aktivitas perburuan oleh investor asing terhadap saham PANI ini telah berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama.
Sejak tanggal 26 Mei 2026 hingga 17 Juni 2026, saham properti ini hampir selalu mencetak aksi net buy dari pemodal asing.
Sepanjang periode tersebut, saham PANI tercatat hanya satu kali mengalami aksi jual bersih atau net sell oleh asing.
Momen penurunan tersebut terjadi pada tanggal 15 Juni 2026 dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,92 miliar.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Keharmonisan Hubungan Asmara
Terkait struktur kepemilikan, entitas gabungan Agung Sedayu dan Salim Group, PT Multi Artha Pratama (MAP), masih memegang kendali mayoritas.
Per akhir Mei 2026, perusahaan tersebut menguasai 15.234.037.094 lembar saham atau setara dengan 84,09 persen kepemilikan di PANI.
Aksi Korporasi PMTHMETD IV
Di samping pergerakan saham di bursa, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk juga bersiap untuk menggelar aksi korporasi penting.
Perseroan berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau PMTHMETD IV melalui skema private placement.
Melalui langkah penanaman modal ini, manajemen PANI memiliki keyakinan kuat untuk segera memperoleh dana segar hasil pelaksanaan korporasi.
Dana tersebut akan langsung dialokasikan demi merealisasikan rencana bisnis perusahaan sesuai dengan target penggunaan yang telah ditetapkan.
Secara spesifik, manajemen PANI menjelaskan bahwa dana hasil private placement akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan.
Selain itu, dana tersebut bakal digunakan untuk menunjang kelangsungan kegiatan usaha entitas anak perusahaan, yaitu PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.
Dalam rangka implementasi PMTHMETD IV, emiten properti ini akan menerbitkan saham baru dalam jumlah yang signifikan.
