PT Sampoerna Agro Tbk resmi memperkenalkan identitas korporasi baru menjadi PT Prime Agri Resources Tbk. Perubahan nama emiten berkode saham SGRO ini merupakan bagian dari transformasi bisnis jangka panjang.
Langkah ini diambil untuk membangun platform agribisnis terintegrasi. Perusahaan kini lebih fokus pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan masa depan.
>>> Kejaksaan Agung Segel Gudang Ratusan Motor Listrik Badan Gizi Nasional
Perjalanan bisnis perseroan dimulai sejak tahun 1993 dengan nama awal PT Selapan Jaya. Transformasi identitas setelah tiga dekade ini menjadi tonggak sejarah penting bagi korporasi.
Sertifikasi Keberlanjutan dan Ekspansi Operasi
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Kamis, 18 Juni 2026, perseroan telah mengantongi berbagai sertifikasi keberlanjutan. Sertifikasi tersebut meliputi RSPO, ISCC, dan ISPO.
Penerapan standar internasional dilakukan secara bertahap hingga ke tingkat petani. Langkah ini guna memastikan standarisasi praktik pertanian yang ramah lingkungan di seluruh rantai pasok.
>>> Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin
PT Prime Agri Resources Tbk terus memperluas jangkauan operasional secara terukur.
Sejak melakukan IPO pada 2007, luas kebun inti perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 78.000 hektare pada 2025.
Untuk sektor pengolahan, emiten ini mengoperasikan delapan pabrik kelapa sawit. Total kapasitas operasionalnya mencapai 510 ton tandan buah segar per jam.
Fasilitas pengolahan tersebar di dua wilayah strategis Indonesia. Sebanyak lima pabrik kelapa sawit berada di Sumatra dan tiga pabrik lainnya beroperasi di Kalimantan.
>>> Harga Emas di Pegadaian 18 Juni 2026 Turun Berjemaah
Seluruh aktivitas usaha korporasi dijalankan dengan memegang teguh empat pilar utama. Pilar penopang bisnis tersebut terdiri atas People, Planet, Product, dan Profit.
Fokus Riset Agronomi dan Benih Unggul
Perusahaan juga mengintegrasikan riset dan pengembangan ke dalam strategi bisnis hulu. Sejak tahun 1994, divisi riset agronomi dijalankan secara mandiri melalui anak usahanya, PT Binasawit Makmur di Palembang.
Laboratorium riset ini memanfaatkan teknologi kultur jaringan serta bioteknologi. Hasilnya, mereka sukses memproduksi enam varietas benih unggul berproduktivitas tinggi bernama DxP Sriwijaya.
>>> Mengenal Cara Kerja Postpil sebagai Pil Kontrasepsi Darurat
Varietas benih tersebut telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sejak tahun 2008. Inovasi genetika tanaman ini kemudian didistribusikan ke berbagai perkebunan di Indonesia.
