⌂ Beranda News UBS Proyeksikan FTSE 100 Sentuh 11.000 pada Akhir 2026

UBS Proyeksikan FTSE 100 Sentuh 11.000 pada Akhir 2026

UBS Proyeksikan FTSE 100 Sentuh 11.000 pada Akhir 2026
Grafik indeks FTSE 100 London
A A Ukuran Teks16px

Bank investasi global UBS memperkirakan indeks FTSE 100 London akan mencapai level 11.000 pada akhir tahun 2026.

Proyeksi ini merepresentasikan kenaikan sekitar 9 persen dari level saat ini.

>>> Ashley MacIsaac Gugat Google Rp24 Miliar Akibat Tuduhan Palsu AI Overview

Optimisme tersebut didasari oleh kinerja korporasi yang tangguh dan pertumbuhan laba yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Valuasi Masih Wajar

Saat ini, valuasi indeks acuan pasar saham Inggris berada pada posisi 12,4 kali kelipatan laba ke depan.

Angka ini sedikit di bawah rata-rata jangka panjang sebesar 12,8 kali sejak tahun 1990.

Analis Ekuitas UBS Matthew Gilman menyebut pasar saham Inggris terus diuntungkan oleh penilaian yang masuk akal dan peningkatan pertumbuhan laba bersih perusahaan.

>>> Dosen FKD Unpam Latih Kompetensi Digital Siswa SMK Yapia Parung

UBS memperkirakan pertumbuhan laba bursa Inggris mencapai 11 persen pada tahun ini. Sektor komoditas menjadi pendorong utama, didorong oleh lonjakan harga minyak mentah global.

Estimasi tersebut naik dari perkiraan awal sebesar 5 persen pada awal 2026.

Untuk tahun 2027, pertumbuhan laba diproyeksikan bertahan di kisaran 10 persen. Peningkatan output ekonomi diperkirakan mampu mengimbangi penurunan harga minyak.

>>> Kekayaan Elon Musk Tembus Rp23.000 Triliun, Lampaui Kapitalisasi Bitcoin

Tiga Skenario Proyeksi

Selain skenario dasar ke level 11.000 pada akhir 2026 dan 11.300 pada Juni 2027, UBS merilis dua skenario lain.

Skenario optimistis memproyeksikan indeks melonjak ke level 12.300 jika pertumbuhan global menguat.

Skenario pesimistis memperkirakan indeks bisa jatuh 26 persen ke level 7.700 apabila perang dagang kembali pecah.

Meski demikian, UBS masih mempertahankan peringkat netral untuk ekuitas Inggris. Pihaknya melihat peluang lebih cerah di kawasan lain.

>>> Jhon Arias Bersinar di Laga Perdana Kolombia di Piala Dunia 2026

Pasar Inggris memiliki bobot yang relatif rendah di sektor industri. Hal ini membuatnya mungkin tidak mendapat manfaat penuh dari pemulihan manufaktur yang diantisipasi.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru