⌂ Beranda News Saham BBCA Memerah ke Rp 6.125 akibat Tekanan Jual Pasca Ex Date Dividen

Saham BBCA Memerah ke Rp 6.125 akibat Tekanan Jual Pasca Ex Date Dividen

Saham BBCA Memerah ke Rp 6.125 akibat Tekanan Jual Pasca Ex Date Dividen
Grafik saham BBCA menunjukkan penurunan
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi pada sesi I perdagangan Kamis (18/6/2026).

Emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini menyentuh zona merah setelah beberapa hari terakhir menguat.

>>> Kementerian ESDM Matangkan Rencana Mandatori Bioetanol E5 per Juli 2026

Sebelumnya, saham BBCA mencatat tren hijau sejak 9 Juni hingga 15 Juni 2026. Akumulasi lonjakan harga pada periode tersebut mendekati 30 persen.

Tren penguatan mulai tertahan pada Rabu (17/6/2026) saat saham BBCA ditutup stagnan. Tekanan baru terasa pada perdagangan Kamis.

Sekitar pukul 10.33 WIB, saham BBCA minus 2,39 persen ke level Rp 6.125. Volume perdagangan mencapai 84,52 juta saham dengan frekuensi 24.293 kali.

Nilai transaksi pada paruh pertama menembus Rp 522,34 miliar. Penurunan ini dipicu aksi lepas saham oleh pelaku pasar.

Data Stockbit Sekuritas menunjukkan net sell investor domestik senilai Rp 113,1 miliar. Kondisi ini membalikkan arah pergerakan harga saham.

>>> OJK Imbau Investor Saham Tetap Tenang Jelang Pengumuman MSCI

Tekanan jual muncul tepat setelah ex date dividen interim BBCA di pasar reguler dan negosiasi selesai pada Rabu.

Investor mulai merealisasikan keuntungan.

Sinyal aksi ambil untung sudah terdeteksi sejak Rabu. Investor asing masih membukukan net buy Rp 375,29 miliar pada saham BBCA.

Namun, tekanan domestik lebih mendominasi. Broker BCA Sekuritas mencatat net sell investor lokal Rp 174,5 miliar pada hari yang sama.

Pelemahan BBCA selaras dengan kondisi pasar umum. IHSG terkoreksi lebih dari 1 persen saat pergerakan saham ini dilaporkan.

Sinarmas Sekuritas mencatat beberapa faktor makro memengaruhi dinamika pasar. Pelaku pasar mengantisipasi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan pergerakan rupiah.

>>> Polri dan TNI Kawal Eksekusi Pengosongan Blok 15 Eks Hotel Sultan

Kekhawatiran juga muncul terkait arah suku bunga global dan potensi rebalancing menjelang review indeks MSCI. Dua sentimen ini menjadi fokus utama pasar.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG berisiko melemah sekitar -2% hingga -3%.

Strategi yang disarankan adalah wait and see apabila terjadi panic selling dari aliran dana asing pada sesi pertama," saran Sinarmas Sekuritas, Kamis (18/6/2026).

Di sisi lain, korporasi menjadwalkan pembagian dividen interim total Rp 2,45 triliun. Jumlah ini setara Rp 20 per lembar saham untuk pemegang saham yang memenuhi syarat.

Batas akhir penentuan pemegang saham yang berhak atas dividen ditetapkan pada 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

>>> Hyundai Siap Luncurkan Sedan Listrik Ioniq V di China pada 2026

Pembayaran dividen akan direalisasikan pada 26 Juni.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru