⌂ Beranda News Umat Hindu Rayakan Hari Galungan 2026 di Palangka Raya

Umat Hindu Rayakan Hari Galungan 2026 di Palangka Raya

Umat Hindu Rayakan Hari Galungan 2026 di Palangka Raya
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Pitamaha, Palangka Raya
A A Ukuran Teks16px

Ratusan umat Hindu di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Pitamaha pada Rabu (17/6/2026).

Perayaan ini merupakan simbol kemenangan kebenaran atas kejahatan.

>>> Portugal vs RD Kongo di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026

Hari Raya Galungan tahun ini jatuh pada 17 Juni 2026. Rangkaian perayaan akan dilanjutkan dengan Hari Raya Kuningan pada 27 Juni 2026 mendatang.

Masyarakat menyemarakkan peringatan tahunan ini dengan saling membagikan ucapan selamat dalam bahasa Indonesia dan Bali. Ucapan tersebut berisi doa keselamatan, kesucian hati, serta kesejahteraan bersama.

>>> Sukuk sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan Konvensional

Persiapan dan Refleksi Sosial

Menjelang hari raya, penjualan pernak-pernik sesajen berbahan janur dan daun lontar meningkat. Harganya bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp2 juta per unit tergantung bentuknya.

Momentum suci ini juga memicu refleksi kritis mengenai tantangan sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat setempat.

Pengamat dan intelektual Bali, Jro Gde Sudibya, memberikan catatan kritis terkait fenomena manipulasi kebenaran dalam realitas kehidupan saat ini.

>>> Kenali 10 Tanda HP Harus Diganti demi Kelancaran Aktivitas

"Kebenaran, Dharma menjadi bagian hakiki manusia, menjadi alasan keberadaan, raison d'etre manusia di Alam Fana yang maya ini," kata Jro Gde Sudibya.

Ia menyoroti beberapa contoh nyata di Bali seperti dampak negatif investasi hasil kolusi, ketergantungan desa adat pada bantuan penguasa, hingga perilaku destruktif yang memicu kemiskinan struktural.

>>> Merdeka Gold Lepas 896 Juta Saham di Bursa Hong Kong dengan Diskon 14%

"Raina Galungan, secara normatif kemenangan Dharma terhadap Adharma, sehingga tantangannya, keberanian krama Bali melawan 'kebenaran' palsu di atas," ujarnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru