PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menawarkan harga lebih rendah dalam pencatatan saham di Bursa Hong Kong (HKEX).
Harga tersebut lebih murah 14% dibandingkan harga saham EMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI).
>>> Irak Takluk 1-4 dari Norwegia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Berdasarkan prospektus, EMAS melepas 89,67 juta Hong Kong Depositary Receipts (HDR). Jumlah itu setara dengan 896,69 juta saham.
Harga maksimum penawaran adalah HK$26,60 per HDR. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp6.028 per saham.
Angka tersebut lebih rendah dari harga penutupan EMAS di BEI pada 15 Juni 2026 yang mencapai Rp7.000 per saham.
Aksi korporasi ini tidak memberikan dana segar bagi perseroan. Seluruh HDR yang ditawarkan berasal dari saham milik investor lama atau selling shareholders.
Investor Jangkar Global
EMAS menggandeng 11 investor institusi global sebagai investor jangkar. Komitmen investasi yang terkumpul mencapai US$152 juta atau sekitar Rp2,69 triliun.
Para investor akan membeli 44,78 juta HDR dengan harga HK$26,60 per HDR.
>>> Toy Story 5 Soroti Dampak Gadget pada Anak dan Transisi Estafet Jessie
Jumlah itu setara dengan 49,94% dari total penawaran global, tanpa opsi penjatahan lebih.
Secara kumulatif, porsi kepemilikan tersebut mewakili sekitar 3,04% dari total saham beredar perseroan setelah penawaran rampung.
Beberapa institusi besar yang berpartisipasi antara lain Ping An AM, Wanguo Gold Group, Glencore AG, Mercuria, dan Trafigura Group.
Selain itu, ada Intera Mining (JCHX Mining), GF Fund, CNGR Advanced Material, ORIX Corporation (Eurus Holdings), Wind Sabre, dan DAMSIMF (Dymon Asia).
Komitmen terbesar berasal dari Ping An AM dengan nilai US$30 juta atau sekitar Rp531 miliar.
>>> Dewan Ekonomi Nasional Integrasikan AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran hingga Rp 2.000 Triliun
Wanguo Gold Group, Glencore AG, Mercuria, dan Trafigura Group masing-masing mengalokasikan US$20 juta atau sekitar Rp354 miliar.
Intera Mining dan GF Fund berkomitmen masing-masing US$10 juta atau sekitar Rp177 miliar. CNGR Advanced Material menyetor US$7 juta atau sekitar Rp124 miliar.
ORIX, Wind Sabre, dan DAMSIMF masing-masing mengucurkan US$5 juta atau sekitar Rp88,5 miliar.
Manajemen EMAS menyatakan bahwa penempatan investor jangkar menandakan kepercayaan mendalam terhadap perusahaan dan prospek bisnis ke depan. Kehadiran mereka secara strategis akan meningkatkan profil korporasi di pasar internasional.
Hubungan dengan para investor terjalin melalui relasi bisnis yang sudah berjalan sebelumnya. Selain itu, interaksi juga terbentuk melalui perantara mitra usaha dan penjamin emisi.
EMAS menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi para investor setelah penawaran global selesai.
>>> DPR Pertanyakan Urgensi Tambahan Anggaran Kemenpar Rp2 Triliun
Tidak ada investor yang akan menjadi pemegang saham pengendali atau mendapatkan kursi di direksi dan dewan komisaris.
