Merek legendaris Commodore kembali meramaikan industri ponsel lewat Callback 8020. Perangkat lipat ini mengusung konsep detoks digital dengan membatasi akses ke dunia maya.
Callback 8020 dirancang untuk membantu pengguna mengurangi kebiasaan scrolling tanpa henti. Ponsel ini berada di antara smartphone dan feature phone.
>>> Investor Domestik Borong Saham BUMI, Asing Lepas Rp335 Miliar
Filosofi Unik dan Sistem Operasi
Commodore menggunakan sistem operasi Sailfish OS dari Jolla yang berbasis Android. Meski bisa menjalankan aplikasi Android, sejumlah aplikasi vital diblokir di level sistem.
Media sosial, browser internet, aplikasi email, dan alat kerja tidak dapat diakses. Layar sentuh juga dinonaktifkan secara bawaan.
Pengguna diarahkan mengetik menggunakan tombol fisik dengan metode T9. Hal ini demi menghadirkan pengalaman digital yang lebih sehat.
>>> Produksi Smelter Nikel IWIP Turun 15 Persen Akibat Kelangkaan Bijih
Spesifikasi Teknis dan Sentuhan Retro
Perangkat ini memiliki layar utama 3,25 inci resolusi 480 x 640 piksel dan layar eksternal 1,77 inci.
Dapur pacunya mengandalkan chipset MediaTek Helio G81 dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB.
Paket penjualan juga menyertakan kartu microSD 32GB. Kamera belakang menggunakan sensor Sony 48MP dengan autofocus dan lampu kilat.
Konektivitas mencakup LTE, WiFi, Bluetooth, GPS, jack audio 3,5 mm, dan baterai lepasan 1.550 mAh.
>>> Cara Mudah Top Up ShopeePay Lewat Bank hingga Minimarket
Terdapat pula game klasik Commodore 64 yang sudah dikurasi agar tidak adiktif.
Layar eksternal menampilkan warna merah khas kalkulator Commodore era 1970-an. Unsur nostalgia ini melengkapi desain retro perangkat.
Harga dan Ketersediaan
Pemesanan awal Callback 8020 dibuka mulai 30 Juni 2026. Varian standar dibanderol USD499,99 atau sekitar Rp8 jutaan.
>>> Rupiah Menguat 1,2% Jadi Mata Uang Terbaik Kedua di Asia
Commodore juga menyediakan varian Starlight Edition seharga USD549,99. Founders Edition dengan tombol logo berlapis emas 24 karat dijual USD640.