Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di sejumlah daerah memastikan ketersediaan blangko KTP elektronik (KTP-el) dalam kondisi aman.
Hal ini disampaikan oleh Dukcapil Kota Semarang, Kabupaten Mukomuko, dan Kota Sungai Penuh.
>>> Lionel Scaloni Coret Paulo Dybala dari Skuad Piala Dunia 2026
Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menyatakan bahwa pasokan blangko dari pemerintah pusat terjamin. "Insya Allah aman.
Dari pemerintah pusat sudah memberikan jaminan terkait ketersediaan blangko. Tahun lalu juga tidak ada kendala," ujarnya pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dispendukcapil Kota Semarang memproses sekitar 400 hingga 500 keping KTP-el per hari. Jumlah itu setara dengan 8.000 keping per bulan.
Sebagian besar pemohon adalah warga yang baru pertama kali membuat KTP.
"Mayoritas pemula, ada pula yang perubahan status kependudukan atau perpindahan," kata Yudi. Ia menambahkan bahwa jumlah pemohon pemula mencapai sekitar 25.000 orang per tahun di Kota Semarang.
Selain KTP-el, Dispendukcapil Kota Semarang juga mendorong penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). KIA berfungsi sebagai identitas resmi anak sebelum usia wajib KTP.
>>> Lionel Scaloni Coret Alejandro Garnacho dari Skuad Piala Dunia 2026
Di Kabupaten Mukomuko, Kepala Dinas Dukcapil Epin Masyuardi menegaskan bahwa stok blangko aman. "Blanko aman, pelayanan tetap berjalan normal.
Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk mengurus e-KTP," tegasnya.
Epin menyayangkan masih banyak warga yang menunda perekaman data. Padahal, e-KTP menjadi syarat penting untuk mengakses bantuan sosial, kesehatan, perbankan, dan layanan hukum.
"Kalau belum rekam, tentu akan menyulitkan diri sendiri. Hampir semua layanan sekarang membutuhkan e-KTP," ujarnya.
Dukcapil Mukomuko mengimbau warga segera mendatangi titik layanan pada hari kerja.
>>> Zinedine Zidane Kandidat Terkuat Gantikan Deschamps di Timnas Prancis
Sementara itu, Disdukcapil Kota Sungai Penuh, Jambi, melaporkan persediaan blangko mencapai 7.000 keping. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk kebutuhan pelayanan selama tahun 2026.
"Kami selalu memonitor ketersediaan blangko.
Apabila stok berkurang, akan segera kami ajukan penambahan sehingga pelayanan tidak terganggu," jelas Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Sungai Penuh, Meri Sumarni.
Disdukcapil Sungai Penuh mencatat capaian di atas target nasional untuk akta kelahiran (99,72 persen dari target 97 persen) dan KIA (62,72 persen dari target 60 persen).
Namun, perekaman KTP-el baru mencapai 96,37 persen dari target 99,40 persen.
Adapun realisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Sungai Penuh baru 14,94 persen, jauh dari target nasional 30 persen.
>>> Panama vs Ghana: Laga Pembuka Grup L Piala Dunia 2026
Kendala utamanya adalah keterbatasan kepemilikan telepon pintar di masyarakat.