⌂ Beranda News Pemerintah Pantau Harga Minyak Dunia Pasca-Redanya Konflik AS-Iran

Pemerintah Pantau Harga Minyak Dunia Pasca-Redanya Konflik AS-Iran

Pemerintah Pantau Harga Minyak Dunia Pasca-Redanya Konflik AS-Iran
Grafik penurunan harga minyak mentah dunia
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia pasca-meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pada Senin (15/6/2026).

Langkah waspada ini diambil sebelum meluncurkan kebijakan energi maupun fiskal nasional. Harga minyak global diproyeksikan merosot ke level US$ 83 per barel.

>>> BGN Evaluasi Sasaran Program Makan Bergizi Gratis Anggaran 2027

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah tidak akan gegabah dalam menyesuaikan kebijakan. Kesepakatan damai tersebut masih dalam proses finalisasi.

"Ya pertama tentu kita monitor karena harga minyaknya akan turun lagi ke sekitar US$ 83, tetapi kan semua ini baru selesai sudah ditandatangani.

Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif," kata Airlangga usai rapat Dewan Pengawas Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pergerakan nilai komoditas energi global terus dipantau karena berdampak langsung pada beban subsidi energi dan ketahanan fiskal dalam negeri.

Penurunan Harga Minyak Mentah

Berdasarkan data Oilprice pada pukul 20.57 WIB, minyak mentah Brent merosot 4,87 persen ke US$ 83,08 per barel.

>>> AS dan Iran Sepakati Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 5,07 persen ke US$ 80,58 per barel.

Penurunan ini dipicu pengumuman kesepakatan damai dan pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz oleh Presiden AS Donald Trump.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump melalui platform Truth Social.

AS juga resmi mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan Iran guna memulihkan stabilitas pasar energi global.

>>> Badan Gizi Nasional Tetap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

"Selamat kepada semuanya!

Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

ujar Trump.

Trump memproyeksikan normalisasi hubungan bilateral ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kawasan Timur Tengah. "Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan," tegasnya.

>>> Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Timur Tengah

Proses diplomasi berlangsung selama beberapa bulan melalui mediasi Pakistan dan dukungan sejumlah negara sekawasan. Penandatanganan resmi pakta perdamaian dijadwalkan di Swiss pada 19 Juni 2026.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru