Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara untuk mengatasi krisis pasokan komoditas kalori sedang bagi PT PLN (Persero).
Langkah strategis ini diambil pada Senin (15/6/2026) berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
>>> Pelemahan Rupiah Berpotensi Naikkan Harga Obat 10-20 Persen
Tim Pengadaan dan Kebutuhan Batu Bara
Tim pengadaan beranggotakan perwakilan dari PLN, Inspektur Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.
Realisasi pemenuhan kewajiban pasar domestik (DMO) belum maksimal karena baru terkontrak 134 juta ton dari komitmen 190 juta ton.
"Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer, agar tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan [batu bara kalori sedang]," ujar Bahlil.
Ia menambahkan bahwa tim ini terdiri dari PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP untuk memastikan transparansi.
Kendala Harga dan Operasional
Ketidaksesuaian nilai keekonomian menjadi kendala utama. Harga DMO dipatok US$70 per ton, sementara biaya operasional penambangan terus meningkat.
Hal ini memicu kelangkaan batu bara kalori sedang yang stoknya terus menyusut di pasaran.
>>> BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Luncurkan Fitur Donasi Digital di BSya
"Sementara [stok batu bara] medium itu makin hari makin sedikit dan harganya juga murah. Kita bikin patok karena DMO US$70.
Nah, sementara SR-nya sudah ada angka 10–12. Jadi harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada [untungnya]," jelas Bahlil.
Pemerintah memberikan fleksibilitas aturan sebagai jalan keluar jangka pendek untuk mengamankan pasokan listrik nasional.
"Nah ini saya sudah minta untuk kita kelistrikan untuk diprioritaskan, di fleksibilitaskan," kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil memanggil pimpinan PLN pada Kamis (11/6/2026) ke Istana Kepresidenan terkait pemadaman listrik di Pulau Jawa.
Ia membantah isu kelangkaan batu bara sebagai penyebab utama gangguan listrik.
"Saya sampai dengan hari ini, malam ini [kemarin] juga masih ada rapat sama PLN di kantor untuk membahas masalah ini.
Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar," ujarnya.
>>> NCT DREAM Gelar Fan Meeting Anniversary ke-10 di INSPIRE Arena
Ia menambahkan bahwa komitmen pasokan batu bara untuk PLTU sudah aman di angka 170 juta ton. Gangguan yang terjadi murni disebabkan oleh kendala teknis pada sistem pembangkitan.
"Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya," kata Bahlil.
Manajemen PLN membenarkan adanya kendala operasional yang sempat mengganggu pasokan listrik di beberapa wilayah Jawa pada Jumat (12/6/2026).
Perusahaan menegaskan situasi kelistrikan saat ini sudah berhasil dimitigasi.
"Sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah," ujar Gregorius Adi Trianto, EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN.
PLN juga merespons rumor di media sosial mengenai potensi pemadaman total di area Jawa. Manajemen memastikan kabar tersebut tidak valid dan operasional tetap berjalan aman.
"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi," kata Gregorius.
>>> Cara Mengosongkan Memori HP Android yang Penuh Tanpa Hapus Aplikasi
Perusahaan menyampaikan permohonan maaf resmi atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir. PLN mengimbau pelanggan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi.