⌂ Beranda News Kementerian ESDM Usul Rp815,56 Miliar untuk Konversi Kompor Listrik

Kementerian ESDM Usul Rp815,56 Miliar untuk Konversi Kompor Listrik

Kementerian ESDM Usul Rp815,56 Miliar untuk Konversi Kompor Listrik
Ilustrasi kompor listrik
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Usulan ini ditujukan untuk menjalankan program konversi kompor listrik secara berkelanjutan.

>>> IHSG Meroket 4,3 Persen, Saham Emas Berpotensi Reli

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja dengan anggota legislatif pada Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa energi yang didorong ke depan tidak hanya LPG, tetapi juga kompor listrik, CNG, dan lainnya.

Target Mengurangi Impor LPG

Program konversi ini diproyeksikan mampu menyelamatkan devisa negara. Pasalnya, Indonesia mengimpor sekitar 80% kebutuhan LPG setiap tahun.

>>> Presiden Jerman Temui Prabowo di Jakarta, Bahas Kerja Sama Strategis

Bahlil mengungkapkan bahwa devisa yang keluar untuk impor LPG minimal Rp120 triliun per tahun.

Dengan kenaikan harga ICP, angka tersebut bisa mencapai di atas Rp130 triliun, ditambah subsidi yang bisa melebihi Rp80 triliun.

Pemerintah menyasar wilayah pelosok untuk proyek kompor listrik ini.

Kompor yang digunakan dirancang dengan daya di bawah 900 kWh agar masyarakat di kecamatan dan desa dapat menggunakannya dengan kapasitas listrik yang ada.

>>> BPI Danantara Buka Suara Terkait Sorotan Laporan Keuangan

Dukungan datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Menteri Brian Yuliarto menyatakan akan mempercepat kajian riset terkait kompor listrik.

Menurut Brian, pengurangan ketergantungan pada LPG akan menstabilkan APBN. Kajian dan penelitian akan dikoordinasikan langsung oleh Menteri ESDM.

Sebelumnya, Dewan Energi Nasional sempat merencanakan distribusi 500.000 unit kompor listrik pada 2024 dan menargetkan 700.000 rumah tangga kelas atas pada 2025.

>>> Prabowo Ajak Jerman Kembangkan Mineral Kritis di Indonesia

Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) telah menggagas transisi ini sejak 2021, namun program pengalihan dari LPG 3 kg dibatalkan pada September 2022 demi menjaga ekonomi pascapandemi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru