Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 260 poin atau 4,3 persen ke level 6.267,5 pada perdagangan Senin (15/6/2026).
Lonjakan ini dipicu kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan 16 Juni 2026, Ini Alasannya
Sejumlah saham komoditas, khususnya emas, berpotensi reli. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melonjak 19,8 persen ke Rp 635.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 15,3 persen ke Rp 1.125.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 11,2 persen ke Rp 2.170. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 2,8 persen ke Rp 7.175.
Sentimen Positif dari Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran pada 14 Juni 2026. Blokade di Selat Hormuz juga berakhir.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi finalisasi teks kesepakatan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menambahkan, penandatanganan rencananya berlangsung di Swiss pada Jumat pekan ini.
Lead Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, mengatakan saham emas seperti EMAS, BRMS, ARCI, dan HRTA berpotensi reli.
>>> Dani Olmo Targetkan Spanyol Juara Piala Dunia
Sentimen risk-on juga mendorong saham konglomerasi.
Harga minyak dunia merosot 4 persen ke US$ 84 per barel. Harga emas rebound 2 persen mendekati US$ 4.300 per ons.
Bursa Asia dan indeks futures AS menguat.
Edi menambahkan, penurunan harga minyak ke US$ 80 per barel berpotensi mengurangi kekhawatiran fiskal pemerintah. Hal ini menjadi sentimen positif bagi rupiah dan saham blue chip.
Indikator Pasar Mulai Membaik
Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, bersama tim menilai tekanan besar pada pasar modal mulai mereda.
Beberapa indikator mendukung pandangan ini.
>>> Fox Resmi Akuisisi Roku Senilai 22 Miliar Dolar AS
Nilai tukar rupiah menguat ke bawah Rp 18.000 per dolar AS, setelah sebelumnya di atas Rp 18.200.
Penguatan rupiah didorong respons kebijakan Bank Indonesia (BI) yang lebih tegas.
BI menaikkan suku bunga acuan kumulatif 75 bps dalam satu bulan, termasuk kenaikan 25 bps pada 9 Juni menjadi 5,5 persen.
Potensi keberlanjutan penguatan rupiah didukung regulasi baru tata kelola ekspor komoditas alam. Langkah ini diharapkan menekan under-invoicing dan mengoptimalkan aliran devisa.
Efisiensi pengeluaran anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan anggaran koperasi desa juga menopang stabilitas rupiah.
Pasar modal mencatat net foreign inflow Rp 287 miliar (sekitar US$ 16 juta) pada 12 Juni. Ini merupakan arus masuk bersih pertama sejak 20 Mei.
>>> Belgia Hadapi Mesir pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Prasetya menyebut kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif tambahan terhadap rupiah.
