⌂ Beranda News Harga Minyak Brent Berpotensi Turun ke Level US$70-an per Barel

Harga Minyak Brent Berpotensi Turun ke Level US$70-an per Barel

Harga Minyak Brent Berpotensi Turun ke Level US$70-an per Barel
Ilustrasi harga minyak Brent turun terkait pembukaan Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Analis komoditas memperkirakan harga minyak mentah acuan dunia, Brent, berpotensi turun lebih lanjut ke level US$70-an per barel pada semester II-2026.

Hal ini terjadi jika pembukaan Selat Hormuz berjalan lancar menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Chery Rilis Estimasi Biaya Energi Tiga Mobil Listrik Terbaru

Proyeksi Harga Minyak

Founder Traderindo, Wahyu Laksono, menyatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dapat mendorong penurunan harga minyak secara umum.

Menurutnya, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bahkan bisa turun hingga US$65 per barel pada paruh kedua tahun ini.

"Tren harga minyak WTI sudah anjlok hari ini dan berada di kisaran US$81/barel.

Untuk outlook semester II, harga minyak WTI bisa US$65–US$95 per barel dan untuk Brent US$70–US$100 per barel," ujar Wahyu, Senin (15/6/2026).

Wahyu menambahkan bahwa ambrolnya harga minyak awal pekan ini mencerminkan sikap pasar yang mulai memperhitungkan berkurangnya ketidakpastian geopolitik.

Meredanya premi risiko di Timur Tengah secara otomatis memangkas kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.

"Harga minyak dunia kemungkinan besar tidak akan mencapai level ekstrem yang sempat ditakuti pasar, seperti US$200/barel.

Faktor utamanya adalah jalur logistik paling kritis di dunia, Selat Hormuz, tetap terbuka dan pasokan kembali stabil," tambahnya.

Konsolidasi Baru Pasar Minyak

Wahyu berpandangan bahwa era volatilitas ekstrem akibat letupan geopolitik mulai bertransisi menuju fase konsolidasi baru.

>>> IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Sentimen Positif Global dan Domestik

Konsensus analis kini mengalihkan fokus dari tensi militer ke fundamental pasar, khususnya keseimbangan antara meredanya risiko geopolitik dan proyeksi permintaan global yang sebenarnya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa penurunan harga minyak tidak akan terjadi tanpa batas. Pasar masih akan ditopang oleh dinamika kebijakan produksi dari kartel minyak OPEC+.

"Penurunan harga tetap akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan produksi OPEC yang cenderung disiplin dalam menjaga stabilitas pasar," ungkapnya.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 4,7% menjadi US$83,23/barel pada pukul 11:07 pagi di Singapura, setelah ditutup di level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, WTI untuk pengiriman Juli turun 5,5% menjadi US$80,23/barel.

Kesepakatan Damai AS-Iran

AS dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian untuk mengakhiri perang pada Minggu (15/6/2026).

Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran yang direncanakan digelar pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Trump melalui Truth Social, Senin (15/6/2026).

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru