Empat pemimpin negara Eropa mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak. Langkah ini diambil untuk menjamin kebebasan navigasi tanpa syarat.
Pernyataan bersama dari Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris dirilis pada Senin (15/6/2026). Hal ini menyusul kesepakatan damai terkait perang Iran.
>>> Dwayne Johnson Idap Epididymitis Usai Temukan Benjolan Testis
Para pemimpin Eropa berkomitmen mengamankan jalur pelayaran komersial global. Mereka akan mengambil bagian dalam upaya ini sesuai ketentuan konstitusional masing-masing negara.
Upaya tersebut mencakup misi defensif dan independen untuk memberikan rasa aman bagi pelayaran komersial. Operasi pembersihan ranjau juga akan dilaksanakan.
>>> Hindia Raih Penghargaan Music Awards Japan 2026 di Tokyo
Selain fokus pada pengamanan jalur laut, blok Eropa menawarkan insentif diplomatik bagi Teheran. Pengurangan tekanan ekonomi akan diberikan jika komitmen pembatasan senjata dipenuhi secara transparan.
Para pemimpin Eropa siap mencabut sanksi terkait sebagai respons atas langkah nyata Iran. Langkah tersebut harus dapat diverifikasi terhadap program nuklirnya.
Realisasi pencabutan sanksi akan melibatkan pengawasan ketat dari badan internasional. Para pemimpin Eropa menegaskan kesiapan kerja sama dengan Amerika Serikat, Iran, dan IAEA.
>>> Orang Cerdas Cenderung Menghindari Sembilan Ucapan Ini Saat Berbicara
Kerja sama ini bertujuan memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir. Sebelum kesepakatan ini, dinamika internal sekutu Barat sempat memanas.
Presiden AS Donald Trump pernah melontarkan kritik tajam. Ia menganggap Benua Biru kurang memberikan dukungan kepada Amerika Serikat.
>>> Ekonomi Indonesia Melambat Sementara, Inflasi dan Daya Beli Jadi Tekanan
Prancis dan Inggris sebenarnya telah merancang pembentukan satgas pertahanan maritim khusus untuk Selat Hormuz. Namun, operasional gabungan tersebut sengaja ditangguhkan selama konfrontasi bersenjata masih berlangsung aktif.