Aktor laga Dwayne Johnson mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap epididymitis, yaitu radang saluran di belakang testis.
Diagnosis ini didapat setelah ia menemukan benjolan yang terasa nyeri pada organ reproduksinya.
>>> Hindia Raih Penghargaan Music Awards Japan 2026 di Tokyo
Penyakit yang menyerang testis kiri pria berjuluk The Rock ini dipastikan bukan kanker. Kabar tersebut disampaikan Johnson dalam wawancara dengan Esquire yang dikutip dari Detik Health.
Diagnosis diperoleh setelah Johnson menjalani pemeriksaan ultrasound. Pemeriksaan dilakukan karena ia merasa cemas saat mempromosikan film Jumanji.
"Saya harus menjalaninya selama 24 jam tidak tahu, dan saya harus kerja sepanjang hari, bercanda, dan berpidato," kata Dwayne Johnson.
>>> Orang Cerdas Cenderung Menghindari Sembilan Ucapan Ini Saat Berbicara
Pemeriksaan medis lanjutan memastikan bahwa benjolan tersebut tidak berkaitan dengan kanker. Gejala nyeri yang dirasakan disebabkan oleh peradangan saluran epididimis.
Kasus ini dialami sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya. "Ngomong-ngomong saya baik-baik saja.
Tapi saya belum mengetahuinya, dan ternyata sangat menyakitkan," ujar Johnson.
Kekhawatiran saat mendapati gejala serupa dinilai wajar oleh praktisi medis. Rasa sakit atau benjolan mendadak di area sensitif pria sering memicu kepanikan awal.
>>> Ekonomi Indonesia Melambat Sementara, Inflasi dan Daya Beli Jadi Tekanan
"Saat mereka mengalami nyeri, bengkak atau merasakan benjolan, banyak orang langsung khawatir kanker testis atau masalah kedaruratan seperti torsi," kata Jamin Vinod Brahmbhatt, urolog dari Orlando Health.
Rasa tidak nyaman akibat gangguan ini juga dipahami oleh tenaga medis. "Saya sendiri punya epididymitis, dan nyerinya bisa sangat intens, jadi bisa dipahami kalau orang khawatir," kata Brahmbhatt.
Saluran epididimis berfungsi menyalurkan sperma dari buah zakar.
>>> Donald Trump Gelar UFC Freedom 250 di Halaman Gedung Putih
Gejala lain meliputi nyeri saat buang air kecil, peningkatan frekuensi berkemih, hingga darah dalam sperma akibat infeksi bakteri atau cedera fisik.