Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan atau salah transfer untuk segera melapor melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Langkah cepat ini penting untuk menyelamatkan dana sebelum dilarikan oleh penipu.
>>> Memahami Tingkatan Sabuk Taekwondo dan Filosofinya untuk Anak
Imbauan tersebut disampaikan OJK melalui akun Instagram resmi @ojkindonesia pada Minggu (14/6/2026). OJK menekankan bahwa kecepatan pelaporan sangat krusial dalam penanganan kasus penipuan.
“Baru sadar ternyata transfer ke 'customer service' palsu? Atau saldo berkurang padahal kamu nggak beli apa-apa?
Kena scam bukan akhir dari segalanya. Jangan panik, ada yang bisa kamu lakukan!”
tulis OJK dalam unggahannya.
>>> Purbaya Yudhi Sadewa Terapkan Bea Masuk Antidumping Kertas Karton Impor
Masyarakat yang menjadi korban diminta untuk tidak tinggal diam dan langsung mengakses situs resmi iasc. ojk.
go. id.
Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang dana yang tersimpan di rekening tujuan dapat diselamatkan.
Data dan Modus Penipuan
Berdasarkan data hingga Mei 2026, IASC telah menerima 579.459 laporan penipuan dengan total 998.558 rekening yang dilaporkan.
>>> Ukraina Gempur Pabrik Kimia dan Depot BBM di Rusia
Dari jumlah tersebut, tindakan tegas telah diambil terhadap 515.553 rekening yang terbukti bermasalah melalui pemblokiran.
Dana korban scam senilai Rp 196,93 miliar berhasil dikembalikan. “Artinya, setiap laporan itu penting membantu menghentikan pelaku dan mencegah korban baru,” bunyi keterangan OJK.
OJK juga mengidentifikasi modus penipuan yang semakin canggih.
Beberapa metode yang kerap ditemukan meliputi penyamaran sebagai perusahaan resmi (impersonation), lowongan kerja paruh waktu palsu, tugas mengklik atau melihat iklan berbayar, deposit e-commerce palsu, hingga investasi kripto ilegal.
>>> Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Aman, Ancam Tindak Pedagang Nakal
Selain itu, Satgas PASTI pada Mei 2026 telah menghentikan beberapa kegiatan usaha, yaitu CANTVR, YUDIA, MAGENTO, Appeninc, VID, dan Sensenowai.