Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (G7) di Prancis pekan depan.
Pertemuan ini menyoroti dampak besar ketegangan ekonomi global yang dipicu situasi di Iran.
>>> Kisah Haru Afifah Yusuf Berhasil Menyusui dan Menyapih Dua Anak Selama Dua Tahun
Menurut laporan Bloomberg, Trump akan bertemu dengan pemimpin Prancis, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, dan India.
Beberapa pejabat senior pemerintahan AS mengonfirmasi agenda ini dengan syarat anonim.
AS dan Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Penandatanganan kesepakatan tersebut berpotensi dilakukan paling cepat pada hari Minggu di sela-sela KTT G7.
Pemerintahan Trump meyakini telah memegang kesepakatan yang kuat.
Salah satu pejabat AS menambahkan bahwa banyak tindakan dapat diambil oleh negara anggota G7 lainnya setelah kesepakatan dengan Iran berjalan maju.
Para pejabat menyatakan bahwa presiden diperkirakan akan fokus pada isu pembangunan ekonomi, keamanan, ketahanan rantai pasokan, kecerdasan buatan, penyederhanaan regulasi, dan kelimpahan energi.
KTT G7 berlangsung di Evian-les-Bains dari 15 hingga 17 Juni 2026 di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan banyak mitra ekonomi dan keamanan terbesarnya.
>>> Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Bandara Ngurah Rai Aman Jelang Libur Panjang
Ketegangan tersebut memicu guncangan energi global setelah Iran menutup Selat Hormuz.
Penutupan jalur pengiriman minyak dan gas ini mengacaukan pasar keuangan, menaikkan harga bensin, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Trump sempat mengecam sekutu Eropa karena dinilai tidak berbuat lebih banyak untuk membantu membuka selat tersebut.
Kondisi ini bahkan memicu kembali pernyataan mengenai kemungkinan AS keluar dari aliansi NATO.
Terkait kekhawatiran pengurangan komitmen pertahanan AS di Eropa, para pejabat mengaku senang dengan pengalihan beban ke negara-negara Eropa dan mengharapkan kontribusi yang lebih besar.
Trump juga terus mendorong upaya untuk membangun kembali tembok tarifnya setelah sempat mengalami kemunduran di pengadilan tahun ini.
Langkah tersebut memperketat hubungan ekonomi dan memicu ketidakpastian bagi mitra dagang utama.
Agenda Pembahasan G7 dan Isu Geopolitik
Pertemuan G7 yang mempertemukan para pemimpin AS, Prancis, Jerman, Inggris, Kanada, Italia, Jepang, dan Uni Eropa ini diharapkan membahas perdagangan secara luas termasuk dengan China, pengadaan mineral penting, kecerdasan buatan, serta perang Rusia di Ukraina.
Kendati demikian, para pejabat AS menyatakan bahwa mereka tidak mengharapkan adanya terobosan terkait kesepakatan perdagangan dengan Kanada atau India selama KTT berlangsung.
>>> Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Di sisi lain, para pemimpin Eropa sangat ingin menggunakan KTT tiga hari ini untuk meredakan ketegangan.
Mereka berencana mendesak Trump guna mendukung rencana perundingan perdamaian baru antara Rusia dan Ukraina.
Inggris, Prancis, dan Jerman menginginkan Rusia menerima gencatan senjata segera dengan garis depan saat ini sebagai titik awal negosiasi, yang disertai dengan jaminan keamanan kuat untuk Ukraina.
Pada akhir KTT hari Rabu, Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menjamu Trump dalam acara makan malam terpisah di Istana Versailles.
Kantor Macron menyatakan momen ini bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS dan menjadi simbol persahabatan kedua negara.
Trump belum menjadwalkan pertemuan resmi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Namun, salah satu pejabat mencatat bahwa Zelenskyy akan tetap berpartisipasi dalam sesi kerja bersama para pemimpin G7.
Trump tercatat lama memiliki hubungan yang tegang dengan kelompok G7.
>>> 5 Lokasi SPKLU Mobil Listrik Wuling di Kota Medan
KTT tahun lalu di Kanada bahkan berlangsung tegang hingga membuat presiden meninggalkan pertemuan lebih awal demi mengelola konflik antara Israel dan Iran, yang berakhir pada keterlibatan serangan terhadap program nuklir Teheran.