Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan menghadapi Kamboja dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2026.
Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Sabtu (13/6/2026) pukul 16.00 WIB.
>>> BPJS Kesehatan Tegaskan Aturan Layanan yang Tidak Ditanggung
Laga ini digelar setelah skuad Garuda Muda gagal melaju ke final. Mereka menelan kekalahan tipis 0-1 dari Australia dalam semifinal yang berlangsung Kamis malam.
Gol tunggal kemenangan Australia dicetak Marcus Neill pada menit ke-89. Gol itu menggagalkan pertahanan kokoh Indonesia yang dikawal kiper Dafa Al Gasemi dan kapten Putu Panji.
Kekalahan di menit akhir tersebut disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Pelatih Timnas Senior John Herdman.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi kerja keras para pemain. Ia menilai performa tim asuhan Nova Arianto tidak kalah secara kualitas dari Australia.
"Kalau kualitas sebenarnya saya yakin pemain kita enggak kalah, cuma mungkin kembali ke jam terbang yang perlu ditambah, tetapi ini bagus untuk persiapan mereka ke AFC," kata Erick Thohir.
PSSI berencana melakukan eksplorasi untuk mencari amunisi pemain muda baru demi meningkatkan kekuatan tim menjelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada Agustus mendatang.
"Ya maunya sih ke final, tapi terima kasih pemain sudah bermain maksimal tadi beberapa kesempatan yang tidak menghasilkan gol dan sayang ada counter attack yang kecolongan sebenarnya kita," ujar Erick Thohir.
>>> Garuda AI Impact Summit 2026 Soroti Tantangan Adopsi Teknologi
Evaluasi menyeluruh mengenai penajaman lini serang dan pemaksimalan peluang serangan balik akan didiskusikan bersama tim kepelatihan. "Nanti kita tanya Coach Nova mungkin tambahan pemain diperlukan.
Saya rasa defend (pertahanan) sudah baik. Tinggal counter attack yang harus kita maksimalkan memanfaatkan peluang.
Ada beberapa tadi sayang," pungkasnya.
Pelatih Timnas U-19 Indonesia Nova Arianto melihat perkembangan positif performa para pemain sepanjang turnamen. Ia menjadikan laga ini sebagai evaluasi fokus tim.
"Pertandingan yang luar biasa dan progres pemain terus meningkat.
Di level ini saya katakan kepada anak-anak jangan kehilangan fokus sedikit saja, tetapi ini pelajaran yang baik bagi pemain," kata Nova Arianto.
Pengamat sepak bola nasional Kesit B Handoyo memberikan apresiasi terhadap daya juang skuad Garuda Muda yang tampil disiplin menahan gempuran Australia.
"Bermain dalam tekanan Australia memang tidak mudah bagi Indonesia untuk memainkan strateginya sekaligus menciptakan banyak peluang," katanya.
>>> Kenaikan Harga Pertamax Keluhkan Konsumen Sepeda Motor di Jabodetabek
Faktor kebugaran dinilai berpengaruh karena Arkhan Kaka dkk harus melakoni tiga laga berat di fase grup, sementara Australia hanya bermain dua kali di babak penyisihan.
"Itulah yang dialami Indonesia, di saat bisa bertahan dari serangan-serangan lawan hingga menit-menit akhir pertandingan. Pada akhirnya sedikit kesalahan berbuah gol tinggal dari lawan," ujar Kesit.
Ketua PWI Jaya Raya tersebut menambahkan bahwa menghadapi lawan dengan ritme permainan terjaga ketat membutuhkan fokus, disiplin tinggi, dan stamina prima.
"Menghadapi lawan seperti itu dibutuhkan fokus, disiplin tinggi, dan stamina kuat. Sedikit saja buat kesalahan bisa fatal," imbuhnya.
Kondisi fisik yang terkuras setelah meladeni permainan lawan menjadi catatan penting. Beban pertandingan Indonesia di fase grup relatif lebih berat dibanding Australia.
"Fisik para pemain benar-benar terkuras kendati mampu bermain baik dan terus mencoba meladeni permainan lawan," kata Kesit.
Berdasarkan catatan, Indonesia memiliki rekor selalu menang dalam tiga pertemuan terakhir melawan Kamboja di Piala AFF U-19, termasuk kemenangan 2-0 pada edisi 2024.
>>> INDEF Desak Pemerintah Siapkan Stimulus Fundamental Redam Kenaikan BBM
Kamboja sendiri gagal ke final setelah kalah 0-4 dari Thailand di semifinal lainnya.