"By being myself, doing what I do best, I'm doing my job to the fullest of my ability, making sure that I'm present in everything that I'm doing, knowing my purpose," tutur Weah mengenai caranya menghormati kedua orang tuanya.
Weah menegaskan bahwa membawa nama besar keluarga di kaus bertandingnya merupakan sebuah berkah, terutama saat melihat kegembiraan orang tuanya ketika ia mencetak gol.
"They've always played a huge role in my life," sambung Weah mengekspresikan peran besar ayah dan ibunya sebagai sistem pendukung utama dalam kariernya.
Bermain di hadapan publik sendiri menjadi motivasi tambahan bagi seluruh penggawa timnas Amerika Serikat setelah pada edisi sebelumnya berhasil mencapai babak 16 besar.
"Ultimate goal is to bring awareness to the sport, more awareness to the sport in our own country.
Having this World Cup at home and playing on home soil is the way to do that," ungkap Weah mengenai target jangka panjang tim nasionalnya.
Ia menyadari pentingnya panggung Piala Dunia domestik ini yang diyakininya mampu mengubah perjalanan karier dan kehidupan seorang pemain jika mendapatkan hasil positif.
"Just being in a World Cup in general is amazing and now being able to be a part of the team when we're hosting it in our country, it's huge," aku Weah mengenai atmosfer dukungan dari keluarga dan masyarakat setempat.
Penyerang sayap ini merasa ada keselarasan takdir yang membuatnya bersyukur bisa mencicipi turnamen akbar ini saat masih aktif membela tim nasional.
>>> WHO Angkat Tema One Drop of Humanity untuk Hari Donor Darah Sedunia 2026
"Having a World Cup in America is just a blessing, and it's a blessing to be a part of," pungkas Weah menjelang peluit kick-off pertandingan.