Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menewaskan pemimpin kartel Tren de Aragua, Niño Guerrero.
Operasi bersama dengan Venezuela itu dilakukan pada Sabtu, 13 Juni.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social. Ia menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman.
"Teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela maupun di tempat lain," kata Trump dalam unggahannya.
Latar Belakang Tren de Aragua
Pemerintah AS telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris sejak awal masa jabatan kedua Trump tahun lalu.
Langkah ini diambil karena aktivitas kelompok tersebut dianggap mengancam keamanan wilayah.
Kelompok Tren de Aragua memulai operasinya dari sebuah rumah tahanan di Venezuela lebih dari satu dekade lalu.
Jaringan kriminal ini kemudian meluas ke berbagai negara di Amerika Latin hingga menembus AS melalui perdagangan manusia dan penyelundupan migran ilegal.
Serangan terkoordinasi tersebut menyasar pimpinan kelompok kriminal yang telah lama menjadi target operasi keamanan kedua negara. Dengan tewasnya Guerrero, diharapkan aktivitas kartel dapat ditekan.