Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada hari Jumat.
Pergerakan positif ini dipicu oleh optimisme pasar terkait potensi kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, serta debut gemilang saham SpaceX pada hari pertama perdagangannya.
>>> Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 4 pada Juli 2026, Target 150.000 Peserta
Indeks S&P 500 naik 0,5% setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah akhir kesepakatan damai telah disetujui.
Sentimen positif juga menguat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut memorandum kesepahaman dengan AS sudah sangat dekat.
Sementara itu, indeks Nasdaq 100 yang didominasi sektor teknologi berhasil menguat 0,6%. Penguatan ini membuat kedua indeks utama di Wall Street membukukan kenaikan performa secara mingguan.
Debut Saham SpaceX dan Dampaknya
Saham SpaceX ditutup pada level US$161,11 setelah mulai diperdagangkan perdana di Nasdaq pada harga US$150.
Angka tersebut melesat sekitar 11% di atas harga IPO yang ditetapkan sebesar US$135 per saham, bahkan sempat menyentuh US$176,52 atau melonjak 31%.
Managing Director Seda Experts Craig Coben mengatakan investor saat ini terbelah antara yang melihat IPO SpaceX sebagai puncak reli luar biasa pasar saham dan yang menganggapnya sebagai perubahan paradigma dalam cara pasar menilai saham bertumbuh.
Harga Minyak Turun Imbas Pembukaan Selat Hormuz
Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI melemah sekitar 4% ke kisaran US$84 per barel. Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan terkait kembalinya pembukaan Selat Hormuz.
>>> Juan Reza Gandeng Niken Salindry Rilis Lagu Kalo Suka Bilang Suka
AS dan Iran dilaporkan semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan di sela-sela KTT G7 pekan depan.
Seorang pejabat AS menyatakan peluang penandatanganan kesepakatan kini telah mencapai sekitar 80% hingga 85%.
Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets Helima Croft mengatakan pasar masih memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan meskipun terdapat perbedaan rancangan dan serangan drone yang masih berlangsung.
Sentimen Konsumen AS Meningkat
Data sentimen konsumen AS yang dirilis University of Michigan menunjukkan hasil lebih tinggi dari perkiraan.
Indeks awal sentimen konsumen meningkat pada Juni untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.
Kenaikan ini didorong oleh penurunan harga bensin yang memberikan sedikit ruang bagi masyarakat di tengah lonjakan inflasi.
Ekonom Kepala AS Pantheon Samuel Tombs menilai penurunan ekspektasi inflasi jangka menengah mampu mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve.
Meski prospek damai meningkat, media pemerintah Iran IRNA melaporkan bahwa Teheran tidak akan mengembalikan status Selat Hormuz seperti sebelum perang.
>>> 10 Rekomendasi Mobil Daihatsu Matic Bekas Terbaik dan Harganya
Teheran tetap menuntut kompensasi atas konflik yang terjadi.
Kepala Strategi Pasar Corpay Karl Schamotta mengingatkan pelaku pasar untuk tetap berhati-hati.
Namun, pembukaan kembali Selat Hormuz secara sementara dinilai berpotensi meredakan tekanan inflasi global dan memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Saham Adobe Tertekan
Dari pergerakan saham individual, Adobe Inc. merosot 6,8% setelah CFO Dan Durn meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan Marvell Technology Inc. Langkah ini mengikuti pengunduran diri CEO Adobe pada awal tahun ini.
Trader Jefferies Jeffrey Favuzza mencatat bahwa perusahaan anggota S&P 500 beroperasi tanpa CEO dan CFO, situasi yang jarang terjadi.
Pada pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada rapat pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Kenaikan harga energi membuat pelaku pasar berspekulasi bahwa bank sentral AS berpotensi menaikkan suku bunga pada awal tahun depan.
>>> Kemenkes Soroti Lonjakan Fatty Liver pada Usia Muda Akibat Obesitas
Ekonom Wells Fargo yang dipimpin Tom Porcelli memperkirakan FOMC akan mempertahankan nada netral dalam pertemuan mendatang, dengan penghapusan bahasa dovish namun tanpa sinyal pengetatan yang jelas.