Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merangkul kembali Korea Utara guna menyelesaikan masalah program nuklir mereka.
Permintaan itu disampaikan dalam percakapan singkat di sela-sela KTT G-7 di Prancis pada Selasa (17/6) waktu setempat, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Istana Kepresidenan Korea Selatan secara resmi mengumumkan permintaan tersebut setelah negara itu hadir sebagai salah satu tamu undangan dalam pertemuan G-7 di Prancis.
Pihak otoritas Seoul berharap komitmen dari Washington dapat membawa dampak positif bagi stabilitas di kawasan Semenanjung Korea melalui pendekatan diplomasi yang sebelumnya pernah dilakukan.
"Mengambil langkah kepemimpinan dalam penyelesaian damai isu Korea Utara, sama seperti keberhasilannya dalam meredakan perang di Timur Tengah," kata Istana Kepresidenan Korsel.
Interaksi singkat antara kedua pemimpin negara tersebut dilaporkan terjadi ketika para kepala negara sedang melangsungkan sesi foto bersama di area konferensi.
Sebelum momentum pertemuan itu terjadi, Trump sempat mengunggah dokumentasi lama yang memperlihatkan kebersamaannya dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat pelaksanaan KTT Singapura pada tahun 2018.
Respons mengenai dinamika politik luar negeri ini juga datang dari pejabat kementerian terkait yang memantau pergerakan diplomasi Amerika Serikat di Asia Timur.
Menteri Unifikasi Korea Selatan, Chung Dong-young, menyebut unggahan media sosial tersebut sebagai "sinyal positif."
Chung Dong-young menilai bahwa unggahan itu mengindikasikan kesiapan pihak Amerika Serikat untuk kembali mengalihkan perhatian utama mereka ke Semenanjung Korea setelah ketegangan dengan Iran mereda.
