⌂ Beranda News Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
Logo Bank Mandiri
A A Ukuran Teks16px

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat laba bersih (bank only) sebesar Rp23,3 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Angka ini naik 19% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> MIAP dan BPOM Umumkan Pemenang Sayembara Edukasi Waspada Obat dan Makanan Palsu

Pertumbuhan laba didorong oleh operasional yang solid dan akselerasi penyaluran kredit.

Pada Mei 2026, laba bersih bulanan mencapai Rp5,3 triliun, meningkat 18% yoy dan 18% month on month (mom).

Pre-provision operating profit (PPOP) tumbuh 14% yoy, sementara beban provisi turun 16% yoy.

>>> Cara Mudah Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang Tidak Aktif

Penyaluran kredit Bank Mandiri per Mei 2026 tumbuh 21% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 18% yoy.

Kinerja Melampaui Ekspektasi

Stockbit Group dalam catatannya, Kamis (11/6/2026), menyebut perolehan laba bersih tersebut setara 40% dari estimasi konsensus untuk laba bersih konsolidasi 2026.

Sebagai perbandingan, pada Januari-Mei 2025 realisasi laba mencapai 35% dari total laba konsolidasi 2025.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga Rp5.700 per saham.

>>> Waspada Skimming ATM, Ini Tips Menghindari Pencurian Data Nasabah

Target ini mencerminkan estimasi valuasi PBV 2026 sebesar 1,7 kali dan proyeksi imbal hasil dividen 8,5% pada 2026 yang dipengaruhi Danantara.

Sebelumnya, RUPST BMRI pada 29 April 2026 menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham, dengan rasio pembayaran 79% dari laba bersih.

Dividen interim Rp9,32 triliun telah dibayarkan pada 14 Januari 2026, sehingga dividen final yang disalurkan sebesar Rp35,15 triliun atau Rp376,95 per saham.

>>> Zulkifli Hasan Ungkap Praktik Jual Beli Titik Makan Bergizi Gratis

Pemegang saham juga menyetujui aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal Rp1,16 triliun. Pelaksanaan buyback paling lama 12 bulan setelah mendapat restu rapat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru