⌂ Beranda News Waspada Skimming ATM, Ini Tips Menghindari Pencurian Data Nasabah
News

Waspada Skimming ATM, Ini Tips Menghindari Pencurian Data Nasabah

Ilustrasi perangkat skimming pada mesin ATM
Ilustrasi perangkat skimming pada mesin ATM
A A Ukuran Teks16px

Modus penipuan di sektor perbankan terus berkembang, salah satunya melalui praktik skimming ATM. Pelaku kejahatan menggunakan metode ini untuk mencuri data sensitif nasabah.

Perangkat khusus dipasang pada mesin ATM untuk merekam informasi kartu dan PIN. Data yang terekam kemudian digunakan untuk membobol rekening korban.

Pelaku biasanya memasang alat yang menyerupai mulut slot kartu ATM agar sulit dikenali. Saat kartu dimasukkan, data di dalamnya terekam otomatis tanpa disadari nasabah.

Risiko menjadi korban dapat dikurangi melalui langkah pencegahan. Langkah awal yang krusial adalah mengenali tanda-tanda fisik pada mesin ATM yang telah dipasangi perangkat penipuan.

Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi fisik mesin ATM sebelum bertransaksi.

Adanya perangkat tambahan pada bagian mulut kartu menjadi tanda utama yang wajib diwaspadai.

Alat skimming biasanya ditempatkan di area tersebut dan dibuat semirip mungkin dengan komponen asli.

Selain itu, pelaku juga menempatkan kamera mini di atas penutup tombol ATM untuk merekam PIN.

Nasabah disarankan memeriksa area sekitar slot kartu dan bagian atas keypad sebelum transaksi. Jika menemukan komponen longgar atau tidak wajar, segera batalkan transaksi dan laporkan ke bank.

Lokasi Rawan dan Alternatif Transaksi Aman

Teguh Aprianto mengingatkan bahwa mesin ATM di lokasi sepi lebih rentan menjadi sasaran. Salah satu titik yang kerap ditarget adalah ATM di area SPBU atau tempat minim pengawasan.

Masyarakat disarankan memanfaatkan layanan transaksi tanpa kartu (cardless) yang disediakan bank. Metode ini efektif meminimalkan risiko pencurian data karena tidak perlu memasukkan kartu fisik.

Langkah pencegahan tambahan adalah memisahkan rekening utama dengan rekening khusus transaksi harian. Pembatasan ini meminimalkan potensi kerugian finansial jika terjadi penyalahgunaan akses rekening.

📰 Update Terbaru