PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berencana membagikan dividen pada tahun depan. Rencana ini akan direalisasikan melalui aksi korporasi kuasi reorganisasi yang saat ini sedang diproses.
Hal tersebut disampaikan dalam Paparan Publik yang digelar secara daring pada Rabu (10/6/2026). Perbaikan struktur ekuitas perusahaan menjadi target utama dari langkah hukum ini.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Manajemen menilai pemulihan kinerja keuangan dalam beberapa tahun terakhir menjadi landasan kuat untuk mulai mendistribusikan keuntungan kepada pemegang saham.
Proses Kuasi Reorganisasi
Direktur Keuangan GMFI, Tri Hartono, menjelaskan bahwa keterbukaan informasi mengenai kuasi reorganisasi telah diterbitkan. Langkah ini penting untuk menjawab keinginan perseroan memberikan dividen di tahun depan.
Realisasi pembagian dividen akan bergantung pada penyelesaian seluruh proses kuasi reorganisasi. Perseroan juga membutuhkan persetujuan resmi dari pemegang saham.
>>> Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 via HP dan Website JKN
Di samping perbaikan struktur modal, GMFI aktif memperluas sumber pendapatan eksternal. Perusahaan melebarkan jangkauan bisnis ke sektor pertahanan dan industri non-aviasi.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menyebut operasional bisnis kini terbagi dalam tiga pilar utama.
Ketiganya adalah penerbangan komersial, penerbangan pertahanan, serta sektor non-aviasi termasuk proyek untuk PLN, Pertamina, dan perkeretaapian.
Untuk segmen pertahanan, perusahaan menargetkan kontribusi minimal 10% dari total pendapatan tahun ini. Nilainya setara dengan di atas US$50 juta.
>>> Pemerintah Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2026
“Target kita tahun ini 10% dari total revenue. Minimal 10%, jadi di atas US$50 juta.
Ke depannya pada tahun 2030 kita targetkan segmen defence menyumbang 20% dari total revenue,” kata Andi.
Langkah memperkuat lini pertahanan dijalankan sebagai strategi mitigasi risiko. Hal ini diharapkan mengurangi ketergantungan GMFI pada siklus bisnis penerbangan komersial yang fluktuatif.
>>> China Siapkan Dana Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Guna Saingi AS
Peluang pertumbuhan bisnis ini juga didorong oleh lonjakan kebutuhan modernisasi serta perawatan armada di sektor pertahanan nasional.
