⌂ Beranda News China Siapkan Dana Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Guna Saingi AS

China Siapkan Dana Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Guna Saingi AS

China Siapkan Dana Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Guna Saingi AS
Grafik subsidi industri China menurut OECD
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah China berencana menggelontorkan dana sebesar 2 triliun yuan atau setara US$295 miliar (Rp5.293,77 triliun) dalam lima tahun ke depan.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data di seluruh negeri.

>>> Steven Spielberg Rilis Disclosure Day: Sinopsis dan Penjelasan Ending

Langkah ini merupakan bagian dari ambisi Beijing untuk mendorong sektor kecerdasan buatan (AI) domestik. China berupaya mengungguli Amerika Serikat dalam teknologi yang berpotensi mengubah lanskap industri.

Rencana Pembangunan Pusat Data

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama lembaga pemerintah utama lainnya tengah menyusun cetak biru untuk mendirikan jaringan pusat komputasi yang saling terhubung.

Perusahaan milik negara seperti China Mobile Ltd. dan China Telecom Corp. akan mengoperasikan sebagian besar pusat data tersebut.

Rencana ini mengandalkan pemasok lokal termasuk Huawei Technologies Co. untuk memasok setidaknya 80% teknologi seperti chip AI. Strategi ini secara efektif akan menyingkirkan produk dari Nvidia Corp.

>>> UGM Raih Skor SINTA Tertinggi di Indonesia

dan Advanced Micro Devices Inc.

Upaya ini menjadi bagian dari program "Six Networks" yang mencakup pembangunan infrastruktur penting mulai dari air dan listrik hingga komputasi.

Langkah ini mengingatkan pada berbagai inisiatif masa lalu yang mengerahkan sumber daya untuk mendukung perusahaan unggulan nasional seperti Huawei.

Menyusul kabar ini, saham penyedia layanan pusat data besar di China, GDS Holdings Ltd., meningkat hingga 12% dalam perdagangan premarket di AS.

>>> Sony Sanjaya Kantongi 20 Nama Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, saham Vnet Group Inc. melonjak 17% setelah laporan tersebut beredar.

Perencanaan pusat data saat ini masih dalam tahap pembahasan awal sehingga rinciannya masih dapat berubah.

Namun, agenda ini menegaskan komitmen Beijing untuk mendorong teknologi mutakhir meskipun pengeluaran di bidang lain mulai berkurang akibat meningkatnya utang pemerintah.

Pendanaan proyek akan bersumber utama dari utang negara, termasuk obligasi pemerintah khusus jangka sangat panjang dengan tenor di atas 10 tahun.

>>> PT Central Finansial X Luncurkan Indeks Aset Kripto CFX10, Acuan Pasar Domestik

Selain itu, dana negara untuk investasi di industri strategis, pinjaman bank, dan modal swasta akan melengkapi pembiayaan tersebut.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru