⌂ Beranda News Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung, Wujud Program Kesehatan Nasional
News

Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung, Wujud Program Kesehatan Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026).

Peresmian ini merupakan bagian dari program prioritas nasional atau quick win di bidang kesehatan yang mencakup 66 lokasi di seluruh Indonesia.

Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbanyak jumlah rumah sakit daerah serta melakukan pembaruan berkala pada ratusan fasilitas kesehatan lainnya.

"Pada siang hari ini, 10 Juni 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan bangga saya resmikan RSUD Kiai Haji Muhammad Tohir di Krui, Pesisir Barat, Provinsi Lampung," ujar Prabowo.

Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 22 unit RSUD pada tahun 2025.

Rencananya, 22 unit RSUD tambahan akan didirikan sepanjang tahun 2026, serta renovasi bagi 350 rumah sakit dalam tiga tahun ke depan.

Anggaran dan Fasilitas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan rincian anggaran proyek ini. Proyek fisik rumah sakit dikerjakan oleh Danantara dengan melibatkan jajaran direksi PP.

"Bangunan ini kualitasnya bagus, semua orang senang, karena dibangun oleh Danantara. Rp150 miliar untuk Danantara satu.

Ditambah alat-alatnya nanti sekitar Rp20-30 miliar," ujar Budi.

Fasilitas medis yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat ini berdiri di atas lahan seluas 48.000 meter persegi dengan status rumah sakit umum tipe C.

Peletakan batu pertama proyek dilakukan pada 13 Juni 2025. Saat ini operasionalnya dipimpin oleh dr. Eva Hadaniah A.

, Sp. Rad selaku Direktur Utama.

Kapasitas tempat tidur meningkat menjadi 101 unit dari sebelumnya 59 unit. Layanan mencakup IGD, rawat jalan, kamar operasi, radiologi, laboratorium, ICU/CVCU, hingga hemodialisis.

Pada masa awal, rumah sakit difokuskan sebagai pusat penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

Sektor SDM diperkuat oleh 13 dokter umum, 76 perawat, 52 bidan, serta dokter spesialis anak, bedah, anestesi, radiologi, serta obstetri dan ginekologi.

📰 Update Terbaru