Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (10/6/2026), melonjak 134 poin atau 2,34 persen ke level 5.881 pada penutupan sesi pertama.
Lonjakan ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas indeks saham Asia yang tertekan oleh peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
>>> Banten Buka Pendaftaran SPMB Swasta Gratis 2026, Ada 763 Sekolah
Sentimen Global dan Domestik
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menjelaskan bahwa sentimen global memburuk setelah AS melancarkan serangan ke Iran.
Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan akan membalas, memicu kekhawatiran konflik lebih luas.
Ketegangan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, sehingga menimbulkan kekhawatiran inflasi global dan potensi pengetatan kebijakan moneter di negara-negara utama.
Meskipun tekanan eksternal meningkat, pasar saham Indonesia mampu bertahan di zona hijau.
>>> BRIN: Sampah Makanan di Indonesia Capai 184 Kg per Kapita per Tahun
Penguatan ini ditopang oleh respons positif pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Kebijakan tersebut dinilai memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah yang sebelumnya tertekan terhadap dolar AS, sekaligus menjaga daya tarik aset domestik di mata investor asing.
Selain faktor BI Rate, pasar juga mencermati dorongan disiplin fiskal dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
>>> Bocoran Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Pakai Chipset Dimensity 9500
Lembaga tersebut mengusulkan langkah efisiensi belanja negara, termasuk evaluasi pada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dipandang penting untuk menjaga ketahanan fiskal dan kepercayaan investor.
Pergerakan Saham
Beberapa emiten menempati jajaran top gainers pada sesi pertama, antara lain PT Multitrend Indo Tbk (BABY), PT KBLV Tbk (KBLV), PT KLAS Tbk (KLAS), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK).
Sementara itu, top losers diisi oleh PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA), PT Star Pacific Tbk (STAR), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Golden Flower Tbk (POLI), dan PT Black Diamond Resources Tbk (COAL).
>>> Sega Rilis Cuplikan Perdana Total War: Warhammer 40,000
Untuk strategi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan opsi beli. Area support di level 144 dan target resistance pada level 180.