Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjanjikan pemberian insentif tambahan bagi kepala desa yang lulus pelatihan kebencanaan dan memiliki sertifikat resmi dari pemerintah provinsi.
Kebijakan tersebut disampaikan saat pembukaan Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Selasa (9/6/2026).
>>> Harga Emas Antam 10 Juni 2026 Turun Rp20.000 per Gram
Langkah ini bertujuan memperkuat mitigasi kebencanaan dan kesiapsiagaan aparatur desa di seluruh Sumatera Utara.
"Kita akan beri insentif kepada Kepala Desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat (Pertolongan di Permukaan Air Basarnas)," ujar Bobby Nasution.
Ia menambahkan, jika bencana tidak bisa dicegah, setidaknya nyawa warga bisa diselamatkan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menilai kapasitas aparatur desa sangat krusial. Berbagai bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan longsor, melanda wilayah ini pada akhir November 2025.
>>> Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Borong Investor
"Pengalaman berbagai bencana hidrometeorologi melanda Sumut, termasuk banjir dan longsor akhir November 2025, menunjukkan pentingnya kapasitas aparatur desa," kata Bobby Nasution.
Ia mencontohkan, lebih dari setengah wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan rusak parah akibat banjir dan longsor pada akhir 2025.
Namun, tidak ada korban jiwa di lokasi yang dipimpin kepala desa terlatih.
>>> 5 Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan
"Lebih setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya meninggal dunia.
Saat saya tanya Kepala Desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya," ujar Bobby Nasution.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan siap memperluas kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhannya 29.000 untuk seluruh Indonesia.
>>> Bupati Luwu Resmikan Akademi MATAPPA untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja
Oleh karena itu kami terus bersinergi, termasuk dengan Perangkat Desa yang menjadi ujung tombak dalam kondisi darurat," kata Mohammad Syafii.