⌂ Beranda News Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Borong Investor

Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Borong Investor

Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Borong Investor
Grafik saham BCA melonjak
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melonjak pada sesi I perdagangan Rabu (10/6/2026).

Sekitar pukul 09.25 WIB, saham BBCA meningkat 4,37 persen ke level Rp 5.375.

>>> Asus Luncurkan Zenbook S16 OLED 2026, Laptop 16 Inci dengan Ketebalan Hanya 1,1 cm

Aktivitas perdagangan mencatat 166,11 juta saham BCA telah ditransaksikan. Frekuensi transaksi mencapai 23.065 kali dengan nilai Rp 877,76 miliar.

Lonjakan saham BBCA dipicu aksi borong pelaku pasar. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, saham BCA mencatat net buy Rp 245 miliar, tertinggi dibanding saham lain.

Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif sesi sebelumnya, di mana saham BBCA menguat 6,19 persen.

Pergerakan naik BCA seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terangkat 1,6 persen sekitar pukul 09.27 WIB.

Arah positif pasar modal terjadi setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax 32 persen menjadi Rp 16.250 per liter.

Rupiah juga menguat terhadap dolar AS hingga ke bawah level 18.000.

Stockbit Sekuritas menilai Pertamax secara regulasi berstatus BBM non-subsidi dan bukan BBM penugasan. Meski harganya dikontrol pemerintah, komoditas ini tidak masuk skema subsidi atau kompensasi APBN.

Kebijakan menaikkan harga Pertamax tidak berdampak langsung mengurangi beban APBN. Namun, ada aspek lain terkait kompensasi energi yang perlu diperhatikan.

>>> Kemendag Wajibkan BUMN Ekspor Miliki IUP Mulai 2027

Pada Mei 2026, Sekretaris Perusahaan Pertamina Roberth MV Dumatubun menyatakan selisih harga keekonomian dan harga jual Pertamax ditanggung Pertamina terlebih dahulu.

Pemerintah kemudian membayar kompensasi dengan nilai yang didiskusikan.

Pernyataan itu mengindikasikan kenaikan harga jual Pertamax berpotensi memangkas beban APBN. Ketidakjelasan hubungan langsung ini memicu analisis lebih lanjut dari sekuritas.

“Kami menilai masih ada ketidakjelasan apakah kenaikan harga jual Pertamax memiliki hubungan langsung atau tidak terhadap APBN.

Namun, kenaikan ini tetap memberi sinyal kedisiplinan terkait harga energi,” sebut Stockbit.

Dari sektor pasar keuangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi menguat ke posisi 17.900.

Penguatan rupiah berpeluang menjaga sentimen positif untuk IHSG.

Katalis Positif Lonjakan IHSG

IHSG sebelumnya ditutup melonjak 7,57 persen ke posisi 5.746 pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Sebanyak 678 saham menguat, 87 melemah, dan 48 stagnan.

>>> IHSG 10 Juni 2026 Melesat 1,49%, Jadi Penguatan Terbaik di Asia

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai lebih dari Rp 27,8 triliun.

Zona hijau ini menjadi capaian perdana IHSG sejak 3 Juni 2026 setelah terus melemah.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengungkap tiga faktor utama pendorong penguatan IHSG. Pertama, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5,50 persen demi stabilitas rupiah.

Kebijakan itu mempertegas prioritas memperkuat nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Langkah ini juga meningkatkan daya tarik aliran dana portofolio asing ke pasar domestik.

Faktor kedua adalah rencana aksi buyback saham Himbara yang melibatkan DPR, Danantara, Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN. Diskusi ini menjadi sinyal positif stabilitas pasar setelah tekanan jual asing.

“Muncul pembahasan antara DPR, Danantara, Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN soal buyback saham bank-bank Himbara.

Ini sinyal positif untuk pasar, menunjukkan upaya stabilisasi domestik yang terkoordinasi,” kata BRIDS, Selasa (9/6/2026) sore.

Faktor ketiga adalah klarifikasi pemerintah mengenai kebijakan ekspor yang memastikan absennya mekanisme gross split. Kekhawatiran pelaku usaha tentang kewajiban menyerahkan hasil ekspor ke perantara negara kini mereda.

>>> SPBU bp Naikkan Harga BBM BP 92 Jadi Rp16.670 per Liter

“Ketiga katalis ini bersama-sama memperkuat sentimen positif dan mendorong rebound saham di IHSG,” pungkas BRIDS.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru