Bupati Luwu, H. Patahudding, meresmikan Akademi MATAPPA pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Luwu.
Program ini memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 90 peserta dari wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA).
>>> Asus Luncurkan Zenbook S16 OLED 2026, Laptop 16 Inci dengan Ketebalan Hanya 1,1 cm
Akademi MATAPPA merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Luwu bersama MDA dan Dinas Tenaga Kerja. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Jaga Masa Depan Desa.
Peserta tahun ini difokuskan pada lima bidang kompetensi: Otomotif, Teknisi AC, Listrik Industri, Room Service, dan Tata Boga.
Seluruh peserta juga dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat daya saing dan memperluas peluang kerja masyarakat di masa depan.
Kolaborasi Forum Desa
Inisiatif ini lahir melalui Forum Desa (FORDES) Matappa, wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan MDA.
Forum ini fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan kewirausahaan, serta pemberdayaan ekonomi desa.
Bupati Patahudding menegaskan bahwa pembangunan daerah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
>>> Kemendag Wajibkan BUMN Ekspor Miliki IUP Mulai 2027
"Kita ingin masyarakat Kabupaten Luwu memiliki kemampuan dan daya saing yang semakin baik.
Pelatihan dan sertifikasi seperti yang diberikan melalui Akademi MATAPPA menjadi penting agar generasi muda memiliki bekal yang cukup untuk memanfaatkan peluang kerja," ujar Patahudding.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat merupakan instrumen krusial dalam mencetak generasi muda yang siap berkontribusi pada pembangunan daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, menyatakan bahwa kompetensi dan sertifikasi resmi menjadi modal utama menghadapi persaingan dunia kerja.
"Industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi terukur. Melalui Akademi MATAPPA, peserta tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga kesempatan memperoleh sertifikasi nasional.
Ini nilai tambah penting saat memasuki dunia kerja," jelas Sofyan.
>>> IHSG 10 Juni 2026 Melesat 1,49%, Jadi Penguatan Terbaik di Asia
Ia berharap program ini mampu mendongkrak daya saing dan memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa Akademi MATAPPA merupakan implementasi Program Jaga Masa Depan Desa bersama FORDES untuk membangun kemandirian masyarakat.
"Melalui Jaga Masa Depan Desa, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.
Sebagian melalui pelatihan dan sertifikasi, sebagian lainnya melalui penguatan UMKM agar masyarakat bisa membangun usaha mandiri dan berkelanjutan," ujar Mustafa.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga kesiapan masyarakat tumbuh selaras dengan dinamika daerah.
"Akademi MATAPPA menjadi langkah nyata menyiapkan masyarakat yang lebih siap menghadapi masa depan.
Harapannya, semakin banyak putra-putri daerah yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kepercayaan diri untuk mengambil peluang," tambah Mustafa.
>>> SPBU bp Naikkan Harga BBM BP 92 Jadi Rp16.670 per Liter
Program Jaga Masa Depan Desa melengkapi tiga pilar utama Program Jaga Desa yang bergerak pada penguatan UMKM, pengembangan kewirausahaan, serta penciptaan kemandirian ekonomi desa.
