⌂ Beranda News PT Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026

PT Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026

PT Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026
Ilustrasi impor minyak bumi dan LPG oleh BLU energi
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 di berbagai wilayah Indonesia mulai Rabu (10/6/2026).

Kebijakan ini diambil setelah mengevaluasi harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian bersama pemerintah.

>>> Polresta Cirebon Selidiki Kecelakaan Truk Fuso Tabrak Dua Warung

Kenaikan Harga di DKI Jakarta dan Wilayah Lain

Di DKI Jakarta, harga Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter.

Untuk wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, harga Pertamax berkisar Rp16.650 hingga Rp17.000 per liter.

Pengecualian berlaku di Free Trade Zone Sabang dan Batam dengan harga Rp15.250 hingga Rp15.500 per liter.

>>> Byeon Woo-seok Gelar Fan Meeting di Jakarta 7 November 2026

Penyesuaian harga ini mengikuti regulasi yang berlaku melalui mekanisme tinjauan berkala. Manajemen menyatakan penetapan harga baru tetap berkoordinasi dengan regulator.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).

Pihak manajemen menegaskan komitmen menjaga kelancaran pasokan energi berkualitas di pasar domestik. "Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator," tegas Roberth.

Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak berubah. Pertalite masih Rp10.000 per liter, Solar bersubsidi Rp6.800 per liter.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," kata dia.

>>> Pop Up Store The Story Of Hadir di METRO Plaza Senayan dengan Koleksi CELESTIAL

Sebelum kenaikan, harga keekonomian Pertamax sudah mencapai sekitar Rp17.000 per liter akibat gejolak harga minyak global.

Namun, harga eceran sempat ditahan di Rp12.300 per liter sejak April lalu untuk menjaga daya beli.

Selisih margin antara harga pasar dan harga jual riil ditanggulangi kas internal perseroan sebelum dicairkan melalui skema anggaran negara.

"Ya, kurang lebih begitu kalau range harganya [Pertamax di sekitar Rp17.000-an/liter]," kata Roberth, Selasa (12/5/2026).

>>> CGS International Sekuritas Rekomendasikan Spec Buy Saham BBCA

Mekanisme penutupan defisit operasional akan diproses setelah peninjauan bersama. "Untuk selisih, karena harga ditahan setiap bulan, diberikan kompensasi dari pemerintah untuk selisihnya setelah pembahasan," tegas dia.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru