CGS International Sekuritas menjadikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai salah satu saham pilihan.
Perusahaan sekuritas itu merekomendasikan aksi beli spekulatif (spec buy) untuk perdagangan pada Rabu, 10 Juni 2026.
>>> Arab Saudi Uji Ketangguhan Fisik Lawan Senegal Jelang Piala Dunia
"Jika tidak break di bawah 5.050, potensi naik ke 5.250-5.350 short term," papar CGS International Sekuritas.
Berdasarkan data perdagangan pada Selasa (9/6/2026), saham BBCA mengalami lonjakan sebesar 6,19 persen menuju level Rp 5.150 per lembar saham.
>>> Budi Gunadi Sadikin Bantah Isu Pindah ke Kemenkeu
Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 772,9 juta lembar saham BCA ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 108.497 kali. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp 3,86 triliun.
Meskipun terjadi peningkatan harga yang signifikan, investor asing dilaporkan masih melakukan aksi jual bersih (net sell) terhadap saham BBCA senilai Rp 468,35 miliar.
>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026
Kendati demikian, sejumlah broker tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) dalam jumlah besar.
Mandiri Sekuritas mencatat net buy sebesar Rp 437,3 miliar, JP Morgan Sekuritas Rp 228 miliar, dan Macquarie Sekuritas Rp 173 miliar.
>>> Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp18.141
Pergerakan positif pada perdagangan kemarin sekaligus mengakhiri tren negatif saham Bank Central Asia yang terus berada di zona merah sepanjang periode 3 Juni hingga 8 Juni 2026.