Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluluskan tiga mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam wisuda gelar ganda di St. John's University, Taiwan, pada Sabtu (6/6).
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, dan Muhammad Halili.
>>> Puasa Daud: Ibadah Sunah Selang-seling untuk Tingkatkan Kedisiplinan Spiritual
Mereka merupakan bagian dari tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Unusa yang menyelesaikan Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE).
Program ini didukung Kementerian Pendidikan Taiwan untuk memperkuat kompetensi profesional mahasiswa lintas negara.
Delegasi Unusa yang hadir terdiri dari Rektor Prof. Tri Yogi Yuwono, Wakil Rektor 1 Prof. Ahmad Rusdiansyah, dan Wakil Rektor 3 Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto.
Mereka memanfaatkan momentum kunjungan untuk berdiskusi dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan pada Minggu (7/6).
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan perkuliahan daring bagi Pekerja Migran Indonesia serta inisiasi Kuliah Kerja Nyata Internasional.
>>> Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik per 10 Juni 2026
Selama studi di Taiwan, para mahasiswa menghadapi tantangan adaptasi bahasa Mandarin, cuaca empat musim, biaya hidup, dan status sebagai minoritas Muslim.
"Awalnya cukup berat karena bahasa Mandarin dan lingkungan yang benar-benar baru.
Tetapi seiring waktu kami mulai terbiasa dan kemampuan bahasa Inggris maupun komunikasi kami semakin berkembang," ujar Muhammad Halili.
Setelah melewati adaptasi, mahasiswa mendapatkan kesempatan mempraktikkan ilmu melalui interaksi profesional di sektor industri lokal.
"Kami bukan hanya kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri. Ini membuka wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk bersaing secara global," kata Birrul Walidain Al Musthofa.
>>> UD Almeria Tekuk CD Castellon 3-2, Melaju ke Final Playoff Promosi LaLiga
Program kolaboratif antara pemerintah Taiwan dan Unusa membuka kesempatan bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas untuk merencanakan karier internasional.
"Saya tidak pernah menyangka bisa sampai di titik ini.
Kami belajar di lingkungan internasional, berinteraksi dengan berbagai budaya, sekaligus memperoleh peluang karier yang lebih luas," kata Muchsin Maulana.
Keberhasilan para lulusan program internasional ini menjadi bukti komitmen Unusa dalam memperluas akses pendidikan global tanpa memandang latar belakang finansial.
"Membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, termasuk penerima KIP-K, memiliki kemampuan untuk berprestasi di tingkat global apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang tepat," kata Prof. Tri Yogi Yuwono.
>>> Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Dua Bulan
Untuk keberlanjutan program pengabdian dan pendidikan di luar negeri, Unusa memproyeksikan PCINU Taiwan sebagai mitra utama dan simpul komunikasi dengan diaspora Indonesia, mendukung pencapaian target SDGs nomor 17 tentang kemitraan global.