Pemerintah memastikan skema penyaluran bantuan sosial ke depan tidak lagi menggunakan barang, melainkan dialihkan menjadi transfer tunai langsung.
Perubahan ini diumumkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (9/6/2026).
>>> Timnas China Tahan Imbang Thailand di Laga Persahabatan
Setiap keluarga penerima manfaat diperkirakan akan menerima dana tunai sebesar Rp 5,4 juta. Pengelompokan penerima bantuan akan dibantu dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pemanfaatan AI untuk Bansos dan KUR
Luhut menjelaskan bahwa subsidi tidak lagi disalurkan dalam bentuk barang, tetapi langsung kepada penerima. Semua bansos akan dikumpulkan dalam bentuk cash transfer dan dikelompokkan dengan AI.
>>> Imigrasi Thailand Luncurkan Sistem Digital THIM Berbasis Cloud AWS
Teknologi AI juga akan diperluas untuk mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Langkah ini merupakan bagian dari digitalisasi atau Government Technology yang sedang diterapkan pemerintah.
>>> 4 Rekomendasi Bedak Andalan MUA yang Terjangkau dan Flawless
"Kita akan bisa mendorong untuk membuat UMKM dengan memberikan KUR yang baik, karena latar belakang penerima bisa dipantau dengan jelas," ujar Luhut.
Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto akan berbasis digital penuh dengan dukungan AI. Integrasi data tunggal atau Digital Single ID ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
>>> IHSG Melonjak 7,5 Persen, Asing Justru Lepas Saham Rp 2,4 Triliun
"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang membuat semua bansos atau direct cash transfer tepat sasaran dan menghemat anggaran cukup besar," pungkas Luhut.
