Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 7,57 persen pada Selasa, 9 Juni 2026, namun di saat bersamaan investor asing justru melakukan aksi jual bersih dalam skala besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 2,4 triliun pada hari itu.
Akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan pun melonjak menjadi Rp 64,2 triliun.
Saham yang Dilego Asing
Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang kenaikan indeks justru menjadi sasaran lego investor asing.
Di pasar reguler, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net sell terbesar, yakni Rp 476,8 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan net sell Rp 468,3 miliar, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 267,7 miliar.
Emiten lain yang dilepas asing adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 261,2 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 141,5 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 102,5 miliar.
Sebaliknya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi buruan dengan net buy asing terbesar, namun nilainya hanya Rp 26,19 miliar.
Kinerja IHSG dan Sektor
IHSG ditutup menguat 404,5 poin atau 7,57 persen ke posisi 5.746,6. Sebanyak 708 saham menguat, 99 saham melemah, dan 152 saham stagnan.
Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 27,89 triliun. Seluruh sektor saham kompak berada di zona hijau.
Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 9,9 persen. Sektor energi naik 9,2 persen, dan sektor perindustrian menguat 8,5 persen.
Sektor transportasi dan infrastruktur masing-masing naik 7,38 persen dan 7,37 persen. Sektor keuangan menguat 7,1 persen.
Sektor barang konsumen primer naik 5,7 persen, barang konsumen non-primer 5,6 persen, kesehatan 4,8 persen, teknologi 3,1 persen, dan properti 2,3 persen.