Sejumlah wilayah di Indonesia merasakan guncangan akibat gempa bumi kuat yang melanda kawasan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026).
Guncangan paling intens dialami masyarakat di area perbatasan Indonesia-Filipina.
Kepala BMKG Teuku Faisal memaparkan rincian tingkat kekuatan getaran di wilayah terdampak dalam konferensi pers daring.
Intensitas Gempa di Berbagai Wilayah
"Intensitas tertinggi tercatat skala V MMI di Miangas dan Melonguane. Getaran dirasakan semua penduduk, plester dinding jatuh, dan cerobong asap pabrik rusak," kata Teuku.
Getaran merambat ke Siau dan Tahulandang dengan intensitas IV MMI. "Getaran dirasakan hampir semua penduduk, barang-barang terpelanting, tiang-tiang bergoyang," ujarnya.
BMKG juga memantau skala III hingga IV MMI di Morotai, Halmahera Utara, Kota Manado, Toli-Toli, dan Kepulauan Gorontalo Utara.
Skala III MMI terpantau di belasan wilayah lain, termasuk Ternate, Palu, dan Halmahera Tengah.
Aktivitas Gempa Susulan dan Status Tsunami
Hingga pukul 10.00 WIB, BMKG mencatat 20 gempa susulan dengan magnitudo 3,9 hingga 6,7 dan dua kali gempa dirasakan.
Pemantauan permukaan air laut di area terdampak tidak menunjukkan perubahan gelombang berbahaya. "Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB," tegas Teuku.
BMKG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri untuk memantau perkembangan situasi.