Komunitas Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) AI memberikan dua catatan kritis mengenai pengembangan kecerdasan buatan (AI) nasional.
Teknologi ini harus ditempatkan murni sebagai alat bantu yang tetap membutuhkan peran utama manusia.
>>> Dokter SMC Malaysia Ungkap Bahaya Gejala Senyap Penyakit Ginjal Kronis
Kagama AI juga mendesak agar Indonesia memiliki posisi tawar yang tegas dalam ekosistem global.
Hal ini disampaikan Ketua Kagama AI Ajar Edi dalam pembukaan Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta, Rabu (18/6/2026).
Catatan Pertama: Manusia Tetap Aktor Utama
Catatan pertama menekankan bahwa AI adalah mesin inovasi, tetapi manusia tetap menjadi aktor utamanya.
Ajar mengingatkan bahwa mengejar inovasi tanpa tata kelola yang hati-hati akan menghasilkan dampak yang semu.
>>> DPR Sinyal Revisi Formula Perhitungan Lifting Minyak Nasional
Industri berisiko terjebak pada pencapaian angka statistik yang impresif namun rapuh secara sosial.
Oleh karena itu, faktor manusia dan etika harus menjadi pilar utama dalam setiap implementasi teknologi di dalam negeri.
Catatan Kedua: Kedaulatan di Rantai Pasok Global
Catatan kedua adalah urgensi menentukan posisi dan kedaulatan Indonesia di peta rantai pasok global.
Indonesia memiliki modalitas kuat, mulai dari pasar digital masif hingga kelimpahan sumber daya alam strategis seperti nikel, logam tanah jarang, dan energi.
Modal tersebut harus dioptimalkan melalui strategi hilirisasi teknologi yang nyata.
>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Anjlok Rp 30.000 per Gram
Kagama AI mendorong kepemilikan infrastruktur fisik di dalam negeri, pencetakan talenta digital, dan pengembangan model AI lokal berbasis data domestik.
Langkah ini penting untuk mencegah eksploitasi data oleh raksasa teknologi asing.
Ajar menekankan komitmen membangun pusat AI di Indonesia agar dapat mengembangkan model AI lokal yang melestarikan budaya, bahasa, dan nilai-nilai Indonesia.
Melalui pengembangan model lokal, pemanfaatan AI diharapkan memberikan dampak positif yang inklusif tanpa meninggalkan kearifan lokal.
>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Turun Rp 30.000 Per Gram
Kagama AI berharap langkah strategis ini memandu inovasi agar berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan tata kelola yang kuat.
