Presenter Ruben Onsu melayangkan protes keras terhadap pernyataan Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah, yang menggunakan istilah 'mantan ayah' saat membahas persoalan nafkah anak dan gono-gini pasca-perceraian.
Protes tersebut disampaikan Ruben melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia membagikan ulang potongan video penjelasan pihak hukum mantan istrinya mengenai kewajiban finansial terhadap anak-anak mereka.
>>> Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Bernama Zac
Perhatian Ruben tertuju pada satu kalimat spesifik yang diucapkan oleh pengacara Sarwendah dalam rekaman video yang beredar. "Apabila ada kewajiban dari mantan ayah," ujar Chris Sam Siwu.
Menanggapi frasa tersebut, Ruben Onsu menyatakan ketidaksetujuannya secara tertulis.
Ia berpendapat bahwa ikatan emosional dan tanggung jawab sebagai orang tua kandung tidak memiliki batas kedaluwarsa meskipun ikatan pernikahan telah resmi putus.
"Saya kira status Ayah itu seumur hidup, ternyata menurut teori baru bisa expired juga," tulis Ruben Onsu.
>>> Cara Menghapus Nomor WhatsApp yang Tidak Tersimpan di Kontak HP
Melalui pesan digital yang sama, Ruben Onsu kemudian memberikan penegasan akhir agar pihak pengacara melakukan koreksi terhadap pemilihan diksi dalam kasus domestik ini.
"Mohon izin pak lawyer diluruskan nggak ada istilah MANTAN AYAH," kata Ruben.
Kronologi Polemik
Hubungan antara kedua figur publik ini terus memanas di ruang digital menyusul isu besaran biaya pengasuhan anak yang dikabarkan mencapai Rp200 juta setiap bulan.
Sebelum perselisihan ini mencuat, pihak mantan istri sempat memicu perbincangan publik akibat penggunaan kata-kata kasar di media sosial.
Atas situasi kurang kondusif yang melibatkan perhatian publik, Sarwendah akhirnya merilis pernyataan resmi untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pada Jumat, 5 Juni 2026.
>>> Mentan Amran Instruksikan Harga TBS Sawit Kembali Normal Mulai 8 Juni
"Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati.
Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," ujar Sarwendah.
Pihaknya juga mengungkapkan penyesalan mendalam atas dampak negatif dan kegaduhan meluas yang ditimbulkan oleh sirkulasi video pendek miliknya di tengah masyarakat.
"Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut, dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," ungkap Sarwendah.
>>> Pemerintah Pastikan Aturan Sektor Minerba Tidak Berubah, Jaga Investasi Hilirisasi
Hingga saat ini, proses komunikasi pasca-perceraian serta manajemen pengasuhan bersama atas anak-anak mereka masih menjadi fokus perhatian utama publik.