Perjalanan awal karier Sarwendah di industri hiburan mulai terungkap. Ruben Onsu disebut sebagai sosok utama yang menginisiasi pengelolaan karier sang kekasih saat itu.
Hal itu diungkapkan Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah. Ruben langsung menghubungi Nanda untuk meminta bantuan mempromosikan dan mengelola kegiatan keartisan Sarwendah.
>>> IHSG Melonjak 134 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
“Waktu itu, aku dihubungi sama Ruben. Ruben itu mantan artis aku juga, sahabat aku juga.
Waktu itu lagi pacaran sama Wenda. Wenda itu baru keluar dari Cherrybelle.
Nah, Ruben bilang, 'Pak, titip pacar gue dong, Wenda, bantu-bantuin manajerin',” tutur Nanda.
Setelah permintaan itu, tim kerja sama dibentuk bersama Ruben untuk menyusun strategi promosi. Kehadiran Sarwendah secara intensif di berbagai program televisi yang dipandu Ruben menjadi faktor lonjakan popularitasnya.
Nanda menilai dukungan penuh Ruben sangat besar dalam membentuk citra Sarwendah di mata publik melalui eksposur media yang cepat.
>>> Banten Buka Pendaftaran SPMB Swasta Gratis 2026, Ada 763 Sekolah
“Jadi exposure-nya secara cepat bisa dibentuk.
Kebentuk karena sering tampil di media-media, di dalam acara programnya Ruben… Wenda yang aku kenal dulu Wenda yang baik.
Wenda yang sangat di-support sama Ruben,” jelas Nanda.
Tanggung Jawab Etik Seorang Figur Publik
Mengenai sorotan publik pada dinamika hubungan Ruben dan Sarwendah, Nanda menganggap reaksi masyarakat wajar.
Pola tingkah laku serta ucapan selebritas dinilai membawa pengaruh luas bagi pengikut di media sosial.
“Publik pasti akan bereaksi, ketika melihat selebritas yang bersikap atau bertutur kata yang tidak pantas.
>>> BRIN: Sampah Makanan di Indonesia Capai 184 Kg per Kapita per Tahun
Dan itu konsekuensi dari menjadi seorang public figure, itu ada pertanggungjawaban secara etik dan moral,” kata Nanda.
“Karena mereka menjadi contoh, mereka punya fans, punya followers yang bisa berakibat meniru dan lain-lain. Dan ada tanggung jawab juga secara emosional menjaga sikap,” imbuhnya.
Meski tidak mengetahui detail konflik domestik, mantan manajer itu menyayangkan jika permasalahan internal tersebar luas di jagat maya.
Kekhawatiran terbesar adalah beban psikologis dan jejak digital yang memengaruhi masa depan anak-anak.
“Sangat menyayangkan ketika komunikasinya tidak terjalin dengan baik, akhirnya kan di media sosial. Jadi konsumsi publik… Karena bagaimanapun ini kan pasti berdampak.
>>> Bocoran Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Pakai Chipset Dimensity 9500
Jejak digital itu kan selalu ada. Nah itu sih yang aku khawatirin, bisa ke situ,” pungkasnya.