Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin pagi. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tewas dan meruntuhkan beberapa bangunan.
Guncangan keras terjadi pada pukul 7:41 pagi waktu setempat. Wilayah yang berjarak sekitar 1.050 kilometer di selatan ibu kota Manila ikut merasakan dampaknya.
>>> Ruben Onsu Prioritaskan Pertemuan Anak, Bukan Permintaan Maaf Sarwendah
Dampak dan Kerusakan
Kerusakan akibat gempa tersebar di kota besar terdekat dari pusat gempa. Sebuah sekolah dan beberapa rumah dilaporkan runtuh.
"Satu orang tewas dan banyak bangunan di sekitar kota, termasuk sebuah sekolah dan beberapa rumah, runtuh," kata Sersan Mayor Robert Dagon dari General Santos.
>>> Toyota Pasarkan Delapan Model MPV Terbaru per Juni 2026, Harga Mulai Rp170 Jutaan
Rekaman video di media sosial memperlihatkan kerusakan bangunan sekolah, toko, dan kantor. Verifikasi langsung belum dapat segera dilakukan.
Pusat Penelitian Geosains Jerman mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan dengan kekuatan melebihi 6 SR juga dilaporkan terjadi.
Peringatan Tsunami dan Respons
Badan geofisika Filipina dan Indonesia sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, tidak ada laporan gelombang signifikan dua jam pascabencana.
>>> Disdik Jabar Klarifikasi Perubahan Skor Seleksi Sekolah Maung
Guncangan gempa juga dirasakan hingga ke wilayah Indonesia yang berbatasan langsung. "Kami semua baik-baik saja dan aman," kata seorang wanita di pinggiran Manado.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan penangguhan kegiatan belajar di seluruh sekolah terdampak di Mindanao. "Pemerintah nasional sedang bergerak, dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," ujarnya.
>>> Toyota Pastikan Kijang Innova Reborn Diesel Masih Dijual di Indonesia
Filipina dan Indonesia terletak di jalur Cincin Api Pasifik, sehingga rentan terhadap aktivitas seismik. Kedua negara mengalami ratusan gempa setiap tahun.