⌂ Beranda News Kementerian PU Matangkan Skenario Uji Coba Ulang Sistem Tol MLFF
News

Kementerian PU Matangkan Skenario Uji Coba Ulang Sistem Tol MLFF

Ilustrasi sistem tol MLFF
Ilustrasi mobil menyalakan lampu hazard saat hujan deras
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mematangkan berbagai skenario persiapan sebelum uji coba ulang sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF).

Langkah ini dilakukan agar sistem dapat berjalan optimal saat diterapkan di jaringan jalan tol Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menyatakan pemerintah berkomitmen memastikan keandalan teknologi ini sebelum diimplementasikan secara luas.

"Mengenai Multi Lane Free Flow, tahap ini kita sedang melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini," ujar Komang.

Proses pematangan skenario pengujian melibatkan kerja sama antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), dan tim pengendali khusus.

"Saat ini tim dari BPJT bersama RITS dan tim pengendali sedang menyiapkan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diujicobakan kembali," katanya.

Teknologi dan Manfaat MLFF

Sistem MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

Pengguna jalan tol dapat melakukan transaksi pembayaran tanpa berhenti melalui aplikasi Cantas yang terintegrasi dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) milik Korlantas Polri.

Penerapan sistem ini diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional logistik dan menekan konsumsi bahan bakar kendaraan secara nasional.

Sistem ini juga dirancang mengurangi ketergantungan pada BBM bersubsidi akibat waktu tunggu yang lama di jalan raya.

MLFF diharapkan dapat mengurai antrean panjang di gerbang tol yang saat ini melayani sekitar 4 juta transaksi setiap harinya.

Kemacetan di gerbang tol konvensional terbukti memicu pemborosan BBM dan memperburuk polusi udara.

📰 Update Terbaru