⌂ Beranda News IHSG Anjlok 3,63 Persen Akibat Tekanan Bursa Saham Asia
News

IHSG Anjlok 3,63 Persen Akibat Tekanan Bursa Saham Asia

Grafik IHSG anjlok akibat tekanan bursa Asia
Grafik IHSG anjlok akibat tekanan bursa Asia
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,63 persen ke level 5.391,63 pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026) pagi.

Pelemahan ini dipicu oleh tekanan dari mayoritas bursa saham di Asia.

Indeks LQ45 juga ikut tertekan, turun 12,06 poin atau 2,16 persen ke posisi 545,69.

Kondisi pasar domestik semakin terbebani oleh nilai tukar rupiah yang belum pulih terhadap dolar Amerika Serikat.

Sepanjang dua hari terakhir pekan lalu, rupiah terus bergerak di atas level Rp18.000 per dolar AS. Hal ini meningkatkan premi risiko aset domestik dan memperburuk sentimen investor.

Koreksi Global dan Regional

Keterpurukan IHSG juga dipicu oleh koreksi tajam di bursa global akhir pekan lalu. Indeks S&P 500 merosot 2,6 persen, sementara Nasdaq anjlok hingga 4,2 persen.

Aksi jual masif pada saham teknologi dan produsen chip berkapitalisasi besar di AS memperkuat sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Tekanan ini kemudian menjalar ke kawasan Asia.

Di Asia, Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat koreksi terdalam sebesar 6,01 persen ke level 7.670,42.

Nikkei 225 Jepang juga jatuh 4,17 persen ke level 63.814,50.

Hang Seng Hong Kong turun 1,28 persen ke posisi 24.641,50.

Sementara itu, bursa Asia Tenggara seperti VNI Vietnam terpangkas 1,05 persen ke 1.819,55, dan Straits Times Singapura melemah 1,01 persen ke level 5,08.

Shanghai Composite di China turun 0,97 persen ke 3.988,68, diikuti SET Thailand yang melemah 0,76 persen ke posisi 1.582,60.

Bursa PSEi Filipina lebih stabil dengan koreksi tipis 0,05 persen ke level 5.935,18.

📰 Update Terbaru