Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum tengah menyusun kembali rencana uji coba sistem pembayaran tol tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF).
Langkah pendetailan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan implementasi sistem tersebut pada ekosistem jalan tol di Indonesia.
>>> KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek pada Jam Sibuk Mulai Senin
Koordinasi intensif kini berjalan antara pihak regulator dan Badan Usaha Pelaksana proyek MLFF, yakni PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).
Penyiapan berbagai skenario pengujian menjadi fokus utama demi kelancaran integrasi teknologi baru ini.
Persiapan Uji Coba Ulang
Komang dari BPJT menyatakan tahap saat ini adalah pendetailan penyiapan rencana uji coba kembali.
"Tahap ini kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan nggak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," ujarnya dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).
>>> Cristiano Ronaldo Bersiap Hadapi Cile untuk Kedua Kalinya
Penyusunan skenario simulasi melibatkan tim gabungan termasuk unsur pengendali eksternal.
Evaluasi mendalam diarahkan pada pemastian fungsi teknis agar adaptasi sistem berjalan tanpa hambatan.
"Nah, saat ini dari kami tim BPJT sama tim dari pihak BUP, RITS dan juga ada tim pengendali nanti ini sedang menyiapkan penyiapan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diuji coba kembali untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita," tuturnya.
Pembahasan proyek bayar tol tanpa sentuh ini telah dimulai sejak tahun 2021. Target penerapan penuh sempat mengalami beberapa kali penundaan.
>>> PLN Pasang Empat Tower Darurat Pulihkan Listrik di Sumatra Utara
Sebelumnya, jalur Tol Bali Mandara menjadi lokasi pelaksanaan fase pra-uji coba berupa uji fungsi pada akhir Desember 2023.
Pemerintah menegaskan tahapan tersebut belum memasuki fase implementasi skala luas.
Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa modernisasi operasional jalan tol merupakan bagian dari transformasi layanan yang terukur.
"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh.
>>> Hartadinata Abadi Bagikan Dividen Rp 184 Miliar, Rp 40 per Saham
Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
