Pembalap Mercedes Kimi Antonelli berhasil memenangkan balapan Formula 1 Grand Prix Monako pada Minggu, 7 Juni 2026.
Kemenangan ini diraih setelah ia menghindari serangkaian insiden di lintasan jalan raya Monte Carlo.
>>> Motul Tingkatkan Spesifikasi Pelumas 2 Tak untuk Jaga Performa Mesin
Balapan putaran keenam musim ini memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen pembalap. Lewis Hamilton finis di posisi kedua, sementara Isack Hadjar dari Red Bull menempati posisi ketiga.
Balapan berlangsung dalam kondisi cuaca cerah. Namun, tujuh pembalap harus mundur, termasuk Max Verstappen yang mengalami masalah teknis saat start.
Keunggulan Antonelli sempat terancam sekitar 20 lap tersisa. Lance Stroll menabrak dinding pembatas di tikungan terakhir Circuit de Monaco, memicu keluarnya Safety Car.
Tak lama setelah restart, Charles Leclerc mengalami kecelakaan serupa di lokasi yang sama. Balapan dihentikan sementara untuk pemeriksaan kerusakan permukaan trek.
Insiden Leclerc membantu mempromosikan Hadjar ke posisi podium pertamanya bersama Red Bull. Pierre Gasly yang finis di depannya melorot akibat dua penalti waktu lima detik.
Oscar Piastri dan Liam Lawson masing-masing mengamankan posisi keempat dan kelima. Arvid Lindblad finis keenam, Gasly ketujuh, Alex Albon kedelapan, dan Esteban Ocon kesembilan.
Sergio Perez menyumbang poin pertama untuk Cadillac di posisi kesepuluh. Start Perez sempat diselidiki, namun ia tetap finis.
Perjuangan Hadjar dari Kecelakaan ke Podium
Sebelum meraih podium, Hadjar mengalami akhir pekan yang sulit. Ia mengalami kecelakaan parah pada sesi latihan bebas pertama (FP1) di tikungan kedua area Swimming Pool.
Kecelakaan itu merusak sayap depan dan roda mobilnya. Mekanik tim Red Bull harus melakukan perbaikan besar sebelum sesi latihan bebas kedua (FP2).
"It was going pretty okay," kata Hadjar. Ia mengaku terkejut karena kehilangan kendali pada bagian belakang mobilnya, insiden yang jarang terjadi di sirkuit tersebut.
"Actually I think I was on good laps and gaining confidence, and it's when I gained that confidence I had that moment," ujarnya.
"It really caught me off guard – I didn’t expect to lose it here.
Also it’s not a crash you often see here, losing the rear like that so I was surprised.
Definitely a tough one," tambahnya.
Hadjar kemudian mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya secara bertahap pada sesi FP2 tanpa mengambil risiko besar. Ia mengaku butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik.
>>> Dinas Pendidikan NTB Buka Seleksi Penerimaan Murid Baru SMA dan SMK Negeri 2026
"I tried to build the confidence back again [in FP2]. I took no risks and lap by lap, just explored a bit more.
It took me a minute to get there and there’s still a lot to find but definitely felt decent towards the end so let’s see overnight what we can cook for tomorrow," katanya.
