⌂ Beranda News Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monako 2026, Hadjar Podium Perdana

Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monako 2026, Hadjar Podium Perdana

Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monako 2026, Hadjar Podium Perdana
Kimi Antonelli merayakan kemenangan di F1 GP Monako 2026
A A Ukuran Teks16px

Memasuki sesi kualifikasi, Hadjar berhasil mengamankan posisi start kelima. Namun, ia merasa performanya di kualifikasi ketiga (Q3) menurun dibanding kualifikasi kedua (Q2).

"Definitely looking to fight some of the Mercedes," ujar Hadjar. Ia juga menambahkan bahwa timnya memerlukan sesi FP3 yang kuat untuk memangkas jarak dengan tiga tim teratas.

"I think the top three are very strong and on a very good momentum, so we need a very strong FP3 to get things working and close the gap," katanya.

Hadjar menutup evaluasi persiapannya dengan harapan bisa terus meningkatkan performa hingga sesi kualifikasi utama.

"Hopefully we make the most of it and go into Quali and keep ramping up," ujarnya.

Setelah kualifikasi selesai, Hadjar mengaku memiliki perasaan campur aduk. Ia merasa melakukan terlalu banyak kesalahan di sesi krusial tersebut.

"I think it was a very good comeback, but at the same time qualifying was too messy, and we did too many mistakes," katanya.

Kondisi tersebut membuatnya kurang maksimal dalam mempersiapkan putaran terbaiknya di Q3.

"Not the best way to build for Q3, and I left some time out there," ujarnya.

Perasaan tidak nyaman dengan mobil pada putaran pertama sesi Q3 membuat catatan waktunya justru lebih lambat dibandingkan saat sesi Q2.

"In Q3 [first run] we had just a bad feeling with the car, and I went slower than in Q2, so you go into Q3 [the final run] with this as your last reference, and it's not the best way to approach it," katanya.

Jarak waktu setengah detik dari pembalap di depannya diakui Hadjar menjadi tantangan yang sangat berat.

"I was five tenths off the guys ahead, so to make a big step was very, very demanding," ujarnya.

>>> Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026

Masalah Hadjar sudah dimulai sejak awal kualifikasi pertama (Q1) ketika ia mengeluhkan situasi putaran pemanasan kepada timnya.

"Traffic and tyres, so yeah, we started off on the wrong foot," katanya.

Sempat tertinggal satu detik dari Verstappen di Q1, ia baru bisa kembali bersaing setelah melakukan pemanasan ban yang baik di Q2.

"I was a second off Max, and then in Q2, you do a good warm-up, and then you're back in the fight," ujarnya.

Kurangnya jumlah putaran dengan konfigurasi mobil yang sama disebutnya menjadi penyebab utama kehilangan waktu di kualifikasi.

"I haven't done enough laps with the same car, and this is costly at the end," katanya.

Ia membenarkan bahwa hilangnya waktu lintasan akibat kecelakaan di FP1 berdampak langsung pada performa kualifikasinya. "I mean, I think I missed more than half a session.

FP2, my car was repaired, and my confidence needed rebuilding, and just a horrific day," ujarnya.

Meskipun demikian, ia menilai penampilannya di sesi FP3 keesokan paginya merupakan bentuk pembatasan kerusakan yang sukses.

"But I made the most of FP3 this morning, and honestly, damage limitation, so I did well," katanya.

Sebelum balapan dimulai, Hadjar tetap optimistis bisa memperbaiki posisi dari urutan kelima dengan memanfaatkan situasi di tikungan pertama.

"Yeah, I mean, especially with the differences in start performance we've seen this year, we could see some attempts in Turn 1.

Hopefully, we're in the mix," ujarnya.

Kekecewaan di Tim Besar

Secara keseluruhan, jalannya balapan di GP Monako menyisakan kekecewaan bagi beberapa tim besar.

Lando Norris dari McLaren gagal mencetak poin untuk pertama kalinya musim ini setelah mengalami masalah daya pada mesinnya.

>>> Kimi Antonelli Juara GP Monako 2026, Balapan Dihentikan Akibat Aspal Rusak

Carlos Sainz dari Ferrari juga gagal finis setelah terlibat dalam dua insiden pasca-restart. Sementara itu, kemenangan Antonelli memastikan dominasi Mercedes berlanjut di musim 2026.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru