⌂ Beranda News Anak 12 Tahun Idap Diabetes Tipe Satu Akibat Autoimun, Ini Gejalanya

Anak 12 Tahun Idap Diabetes Tipe Satu Akibat Autoimun, Ini Gejalanya

Anak 12 Tahun Idap Diabetes Tipe Satu Akibat Autoimun, Ini Gejalanya
Anak perempuan dengan diabetes tipe satu akibat autoimun
A A Ukuran Teks16px

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun berinisial A didiagnosis mengidap diabetes tipe satu. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan autoimun pada tubuhnya.

Informasi mengenai kesehatan A dibagikan oleh sang ibu, Dicka Armitasari, melalui media sosial Instagram. Kisah ini kemudian dilansir oleh Detik Health.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rentan Koreksi ke Rp2.708.000

Dicka menjelaskan bahwa putrinya mendapatkan diagnosis medis pada April 2025. Saat itu, A baru berusia 11 tahun.

"A didiagnosis diabetes tipe satu bulan April tahun 2025 saat usia 11 tahun. Dokter menjelaskan diabetes tipe satu itu autoimun, di mana sistem imun tubuh menyerang pankreas.

Jadi bukan karena kebanyakan gula atau keturunan langsung," ujar Dicka.

>>> 75 Nama Bayi Laki-Laki Lahir Muharram 3 Kata dan Artinya

Sebelum diagnosis, A menunjukkan sejumlah gejala klasik diabetes.

Gejala tersebut meliputi penurunan berat badan drastis meskipun nafsu makan tinggi, rasa haus terus-menerus, dan frekuensi buang air kecil meningkat pada malam hari.

Selain itu, tubuh A mudah lemas dan napasnya beraroma buah. Saat ini, A diwajibkan menjalani pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.

>>> BTN Perkuat Manajemen Risiko di Tengah Tantangan Industri Perbankan

Misi Edukasi Sang Ibu

Melalui publikasi kisah ini, Dicka ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perbedaan diabetes tipe satu dan tipe dua.

Ia berharap tidak ada lagi anak dengan diabetes tipe satu yang di-bully atau dikucilkan.

"Tujuan saya biar makin banyak yang paham diabetes tipe satu itu beda sama diabetes tipe dua. Biar nggak ada lagi anak diabetes tipe satu yang di-bully atau dikucilkan.

>>> Kejaksaan Agung Teliti Aliran Dana Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis

Harapan saya, A tumbuh percaya diri, tahu kalau dia nggak sendirian, dan kelak bisa jadi dokter anak biar bantu teman-teman diabetes tipe satu lainnya," tandas Dicka.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru