Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kewajiban pencampuran etanol sebesar 5 persen pada bensin nonsubsidi di Pulau Jawa.
Kebijakan ini mulai berlaku pada semester II tahun 2026.
>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Tangga Multifungsi Jadi Rp 1.399.900
Seluruh SPBU yang menjual BBM nonsubsidi di Jawa wajib menyalurkan bensin dengan campuran etanol melalui program E5.
Program ini menghasilkan bahan bakar dengan komposisi 95 persen bensin murni dan 5 persen bioetanol.
Dasar Hukum dan Tujuan Kebijakan
Kebijakan ini didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025. Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Selain itu, kebijakan ini ditargetkan mampu menekan angka emisi gas buang dari kendaraan bermotor.
>>> MPV Dominasi Pasar Mobil Bekas Indonesia Jelang Libur Sekolah
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa seluruh badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sebelum kewajiban ini diterapkan, masyarakat telah mengenal produk serupa melalui Pertamax Green yang dipasarkan Pertamina di beberapa wilayah.
Dampak pada Mesin Kendaraan
Kebijakan ini memicu pertanyaan dari pemilik kendaraan mengenai dampak jangka panjang terhadap mesin. Staf Pengajar Program Studi Teknik Mesin ITB, Dr. Ing.
Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menilai kadar campuran etanol yang rendah pada varian E5 tidak membahayakan mesin.
>>> Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp388 Juta
Menurutnya, efek buruk dari bahan bakar yang cacat produksi pasti akan berdampak secara luas.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan kerusakan massal pada sepeda motor di Indonesia akibat bensin campuran etanol.
Jika ada kendala pada satu atau dua kendaraan, hal itu biasanya disebabkan oleh faktor eksternal.
Faktor kebersihan tangki penyimpanan di SPBU, efisiensi jalur distribusi, dan pola perawatan berkala pemilik kendaraan menjadi variabel yang lebih memengaruhi performa motor.
>>> Link DANA Kaget 7 Juni 2026: Klaim Saldo Gratis Sebelum Habis
Secara mekanis, mayoritas sepeda motor modern yang beredar saat ini sudah dirancang kompatibel dengan bensin E5.
