⌂ Beranda News Operator SPBU Turunkan Harga BBM Diesel Non-Subsidi per 1 Juni 2026

Operator SPBU Turunkan Harga BBM Diesel Non-Subsidi per 1 Juni 2026

Operator SPBU Turunkan Harga BBM Diesel Non-Subsidi per 1 Juni 2026
SPBU Pertamina dengan papan harga BBM diesel non-subsidi
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah operator SPBU di Indonesia resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel non-subsidi mulai 1 Juni 2026.

Penyesuaian ini berlaku di jaringan retail Pertamina, Shell Indonesia, dan BP-AKR.

>>> Transmart Potong Harga Tempat Tidur Hingga Rp17 Juta di Jakarta dan Luar Jawa

Kebijakan ini diproyeksikan mampu mengurangi tekanan operasional pada sektor industri dan transportasi nasional. Penurunan harga mengikuti tren penurunan harga energi pasar global.

Penurunan Harga di Berbagai Wilayah

Di wilayah Jawa, PT Pertamina Patra Niaga memangkas harga Dexlite menjadi Rp23.000 per liter dari semula Rp26.000 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex turun menjadi Rp24.800 per liter dari Rp27.900 per liter.

Untuk wilayah Papua dan Maluku, penyesuaian harga juga diberlakukan dengan perhitungan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen.

Harga Pertamax di Papua tetap bertahan pada level Rp12.600 per liter.

>>> Dokter Ungkap Risiko Saraf Kejepit akibat Posisi Duduk Work From Cafe

Shell Indonesia memangkas Shell V-Power Diesel menjadi Rp24.490 per liter dari harga sebelumnya Rp30.890 per liter.

BP-AKR mengubah harga BP Ultimate Diesel dari Rp29.890 menjadi Rp25.060 per liter.

Dampak dan Proyeksi ke Depan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa harga diesel yang lebih kompetitif diharapkan memberikan manfaat luas bagi stabilitas ekonomi nasional.

Pihaknya memastikan pasokan BBM di seluruh jaringan distribusi aman.

Manajemen BP-AKR menjelaskan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta faktor operasional lainnya.

Mereka berupaya mengelola operasional secara efisien dan menjaga kesinambungan layanan.

>>> Harga Emas Digital 7 Juni 2026 Cenderung Stabil di Berbagai Platform

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman, menilai penurunan harga ini memberikan ruang bagi pelaku industri dan transportasi untuk menjaga efisiensi.

Selisih harga yang menipis dengan Biosolar berpotensi mengurangi beban subsidi pemerintah.

Praktisi Migas, Hadi Ismoyo, memperkirakan pergerakan harga BBM non-subsidi ke depan akan fluktuatif mengikuti kondisi geopolitik global.

Harga minyak mentah dunia kini turun sekitar 14 persen menjadi rata-rata US$95 per barel.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memprediksi harga minyak bumi akan stabil di level US$85-US$90 per barel untuk beberapa saat.

>>> Argentina Tekuk Honduras 1-0 Berkat Penalti Lautaro Martinez

Harga solar non-subsidi diperkirakan bertahan di level saat ini dengan peluang sedikit penurunan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru